Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorBahagiawati, -
dc.creatorSeptiningsih, E M
dc.creatorYunus, M
dc.creatorPrasetiyono, J
dc.creatorDadang, A
dc.creatorSutrisno, -
dc.date2005-09-09
dc.date.accessioned2018-05-02T06:24:53Z
dc.date.available2018-05-02T06:24:53Z
dc.date.issued2005-09-09
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/964
dc.identifier10.21082/jhort.v15n3.2005.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/753
dc.descriptionSalah satu syarat yang harus dipenuhi agar suatu varietas dapat disebut varietas baru dalam rangka perlindungan varietas tanaman adalah varietas tersebut harus berbeda dari varietas-varietas yang ada sebelumnya. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendeteksi adanya perbedaan adalah teknik marka molekuler. Penelitian ini bertujuan untuk memverifikasi perbedaan genetik dari beberapa tanaman sayuran yang dikomersialkan, yaitu tiga set varietas tomat, dua set varietas cabai merah, dan satu set varietas terong yang diproduksi oleh dua produsen benih berbeda yang disinyalir mempunyai kesamaan genetik. Penelitian ini dilakukan di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian di Bogor dari Juni s/d September 2004. Metode yang digunakan adalah PCR dengan menggunakan marka mikrosatelit yang dielektroforesis pada gel poliakrilamida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih-benih tomat, cabai merah, dan terong yang diverifikasi tersebut adalah sama secara genetik dengan kesamaan genetik >90%.Application of molecular marker technique to verify genetic identity of some commercial vegetable varieties. One of requirements for a new variety in terms of plant variety protection is that the variety must be distinct from the previous varieties. One of the strategies to detect the distinctness is by using molecular marker technology. The objective of this experiment was to verify the distinctness of some commercial vegetable varieties e.g. three set tomatoes, two set peppers and one set eggplant varieties produced by two different seed producers which were suspected to be genetically similar. This experiment was conducted at Indonesian Agricultural Research and Development Center for Biotechnology and Genetic Resources, Bogor, from June to September 2004. The method employed was PCR-based micro-satellite markers run using polyacrylamide gel electrophoresis. The results of this experiment showed that the tested varieties of tomato, pepper, and egg plant were genetically identical at genetic similarity >90%.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/964/833
dc.rightsCopyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 15, No 3 (2005): September 2005en-US
dc.titleAplikasi Teknologi Marka Molekuler untuk Verifikasi Identitas Genetik Varietas Sayuran Komersialen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record