TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN SULFAT MASAM POTENSIAL

Show simple item record

dc.contributor.author Koesrini, Linda Indrayati, Eddy William
dc.date.accessioned 2019-08-06T01:28:42Z
dc.date.available 2019-08-06T01:28:42Z
dc.date.issued 2006
dc.identifier.isbn 979-8253-61-2
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7205
dc.description.abstract Seiring dengan pertumbuhanjumlah penduduk pada akhir tahun 2004 yang telah mencapai 210 juta orang dan semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang, maka semakin meningkat pula permintaan terhadap sayuran yang mengandung berbagai macam vitamin dan mineral. Pulau Jawa sebagai wilayah yang memiliki produktivitas tinggi untuk budidaya sayuran, telah mengalami tekanan lingkungan berupa penyusutan lahan akibat penggunaan untuk keperluan non pertanian. Oleh karena itu perlu dicari alternatif sumber pertumbuhan lahan barudi luar pulau Jawa. Lahan rawa yang banyak terdapat di luar pulau Jawa, khususnya lahan pasang rawa surut memiliki peranan semakin penting dalam mendukung peningkatan ketahanan pangan nasional serta pengembangan sistem dan usaha agribisnis, mengingat potensi arealnya luas dan teknologi pengelolaannya sudah tersedia (Alihamsyah et al., 2003). Luas lahan rawa pasang surut di Indonesia diperkirakan mencapai 20,11juta hektar dan sekitar 6,71juta hektar memiliki tipologi lahan sulfat masam yang cukup berpotensi untuk pengembangan tanaman pangan termasuk budidaya sayuran (Widjaja-Adhi et al., 1992; Alihamsyah et al., 2003). en_US
dc.publisher Balittra en_US
dc.subject TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN MASAM POTENSIAL en_US
dc.title TEKNOLOGI BUDIDAYA SAYURAN DI LAHAN SULFAT MASAM POTENSIAL en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account