Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 478
- ItemBRIGADE PANGAN Gerakan Inovatif Petani Muda Menuju Swasembada Pangan(Pertanian Press, 2025) Andi Amran SulaimanBrigade Pangan bukan sekadar program. Ini adalah jawaban atas tantangan zaman, di mana lahan semakin terbatas, cuaca makin tak menentu, dan pangan harus selalu tersedia. Melalui Brigade Pangan, generasi muda kita diberi alat, pelatihan, akses ke benih unggul, dan teknologi pertanian modern. Satu brigade bisa mengelola lahan hingga 200 hektar—bukan hanya sawah, tetapi juga lahan rawa dan pencetakan sawah baru yang dikelola secara terstruktur.
- ItemProspek dan Tantangan Penyuluhan Pertanian Masa Depan(BPTP Jatim, 2002) LEMA, B.; Tinis S.; N. Pangarsa
- ItemBUDIDAYA DAN PEMASARAN TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) DI P4S MILENIAL PANRITA KECAMATAN GANTARANG KABUPATEN BULUKUMBA(2026-01-20) Rusman B,; PertiwiTanaman tomat (Solanum Lycopersicum) merupakan sayuran yang banyak diminati dan terus mengalami peningkatan setiap tahunnya serta memiliki nilai ekonomi penting bagi masyarakat Indonesia. Laporan magang tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui cara budidaya dan pemasaran tanaman tomat, selain itu, mahasiswa juga mendapatkan pengetahuan mengenai peluang usaha. Magang tugas akhir dilaksanakan di P4S Milenial Panrita pada Tanggal 17 Maret s.d 5 Mei 2025. Hasil dari pelaksanaan magang ini menunjukkan bahwa budidaya dan pemasaran tanaman tomat di P4S Milenial Panrita Budidaya tanaman tomat di P4S Milenial memiliki beberapa tahap yakni mulai dari pengolahan lahan, penyiapan benih, persemaian benih, penanaman, pemeliharaan, dan pengendalian hama dan penyakit. pemasaran P4S Milenial Panrita menerapkan 4P yaitu place, promotion, product dan price.
- ItemPENGEMBANGAN ES KRIM BERBASIS KOMBINASI EKSTRAK DAUN KELOR (Moringa oleifera L) DAN TAPAI SINGKONG TERHADAP RESPONS PETANI SEBAGAI PELAKU INOVASI(Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; ISTIQAMAH AULIA SAFARPenelitian ini dilaksanakan di Politeknik Pengembangan Pertanian Gowa dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani Desa Lempangan sebagai mitra. Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap: penelitian eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada tiga perlakuan konsentrasi ekstrak daun kelor (10 ml, 15 ml, dan 20 ml), dan penyuluhan kepada petani dengan metode ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa perlakuan P3 (20 ml ekstrak daun kelor) memberikan skor terbaik dari segi rasa (3,53), tekstur (3,53), dan warna (2,96). Inovasi ini berhasil menutupi rasa pahit daun kelor dengan aroma khas singkong fermentasi, sehingga menghasilkan es krim yang bernilai gizi dan disukai konsumen. Dari perspektif penyuluhan, terjadi peningkatan yang signifikan pada pengetahuan (dari 41,8% menjadi 90,4%), sikap (dari 41,4% menjadi 89%), dan keterampilan (dari 40,4% menjadi 90%) dengan efektivitas sebesar 82,6% (sangat efektif). Inovasi ini berpotensi meningkatkan diversifikasi pangan, nilai ekonomi produk lokal, dan pemberdayaan petani melalui pendekatan penyuluhan partisipatif.
- ItemADOPSI PETANI TERHADAP PEMANFAATAN LIMBAH AIR CUCIAN BERAS DAN CANGKANG TELUR AYAM SEBAGAI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) UNTUK PERTUMBUHAN TANAMAN BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.)(Polbangtan Gowa, 2026-01-20) Rusman B,; Nurul WathaniaPemanfaatan limbah organik air cucian beras dan cangkang telur ayam, sebagai pupuk organik cair dapat mengurangi pencemaran lingkungan dikarenakan dapat digunakan untuk menambah ketersediaan unsur hara pada tanaman. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pupuk Organik Cair (POC) hasil fermentasi air cucian beras dan cangkang telur ayam terhadap tanaman bayam merah (Amarathus tricolor L.) dilihat dari tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar yang dihasilkan serta untuk mengetahui pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani. Kajian diaksanakan pada bulan Maret – Juni 2025, bertempat di Lahan Tefa Polbangtan Gowa, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa. Pemanfaatan pupuk ini diharapkan dapat menjadi solusi pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan untuk petani Metode kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan pada tanaman bayam merah diberikan dosis yang berbeda yaitu (P0 = Tanpa Dosis), (P1 = 70 ml/liter air), (P2 = 85 ml/liter air) dan (P3 = 100 ml/liter air). Hasil kajiwidya menunjukkan rata - rata tertinggi diperoleh pada dosis (P3 = 100 ml/liter air). Penyuluhan yang telah dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Kejora merespon baik terhadap pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) Limbah Air Cucian Beras dan Cangkang Telur Ayam dengan nilai peningkatan Efektifitas Penyuluhan (EP) dengan nilai 83,75% berada pada kategori Sangat Efektif.