Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian

Browse

Recent Submissions

Now showing 1 - 5 of 517
  • Item
    PERAN WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN BUDIDAYA SAYUR ORGANIK UNTUK MENAMBAH PENDAPATAN KELUARGA
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Nurul Ainun
    Wanita tani memiliki peran penting dalam pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya sayur organik, yang berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan keluarga dan ketahanan pangan. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui peran wanita tani, kontribusi pendapatan, serta peningkatan pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui penyuluhan pertanian. Kajian dilaksanakan di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif serta menggunakan Analisis Gender Model Harvard. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan pelaksanaan penyuluhan yang dirancang sesuai kebutuhan kelompok. Hasil kajian menunjukkan bahwa wanita tani memiliki Pendapatan rata-rata sebesar Rp555.480 per musim tanam, dengan kontribusi 50% terhadap pendapatan rumah tangga. Peran wanita sangat dominan dalam kegiatan produksi, akses pelatihan dan informasi pasar. Kegiatan penyuluhan dilakukan melalui metode kelompok dan media interaktif, yang terbukti meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota KWT “Idola”. Evaluasi penyuluhan menunjukkan adanya perubahan positif dalam perilaku bertani, terutama dalam aspek teknis budidaya dan pemasaran hasil. Dapat disimpulkan bahwa penyuluhan pertanian berperan dalam meningkatkan kapasitas wanita tani, dan secara keseluruhan mereka memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan pertanian rumah tangga yang berkelanjutan.
  • Item
    ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI MELON GOLDEN (Cucumis melo L.) DI KECAMATAN LALABATA KABUPATEN SOPPENG
    (Pobangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Saskia Awaliah
    Melon golden (Cucucmis melo L.) merupakan salah satu tanaman pertanian komersial (cash crop) karena usahatani melon pada umumnya beriorientasi pada keuntungan. Melon golden merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil Kajiwidya ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usaha tani melon golden (Cucumis melo L.) serta mengevaluasi respons petani terhadap kegiatan penyuluhan di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng. Kajiwidya menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara menggunakan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa total biaya produksi melon dalam satu musim tanam sebesar Rp5.967.500, yang terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Total penerimaan usaha mencapai Rp13.650.000 sehingga diperoleh pendapatan bersih sebesar Rp7.682.500. Nilai Return Cost Ratio (R/C) sebesar 2,28 menunjukkan bahwa setiap Rp1 biaya produksi menghasilkan keuntungan sebesar Rp2,280 per periode tanam, sehingga usaha ini dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Selain itu, dari hasil evaluasi program penyuluhan pertanian terhadap Kelompok Wanita Tani (KWT) Malewa yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terjadi peningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan petani mengenai usaha budidaya tanaman melon golden. Evaluasi penyuluhan menunjukkan peningkatan yang signifikan pada ketiga aspek. Pengetahuan meningkat dari 42,9% menjadi 88,5%, sikap dari 51,2% menjadi 91,5%, dan keterampilan dari 40,8% menjadi 92,5%.
  • Item
    TEKNIK OKULASI TANAMAN DURIAN ( Durio Zibenthinus) DI P4S CITRA MANDIRI KECAMATAN BULUKUMPA, KABUPATEN BULUKUMBA
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Ekawati
    Durian (Durio zibethinus) merupakan komoditas hortikultura unggulan di Indonesia. Permintaan pasar yang tinggi mendorong perlunya penyediaan bibit unggul dalam jumlah besar dan waktu yang relatif singkat. Salah satu metode perbanyakan yang efektif adalah teknik okulasi. Kegiatan magang tugas akhir ini dilaksanakan di P4S Citra Mandiri, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, bertujuan untuk mempelajari teknik okulasi tanaman durian secara langsung di lapangan. Metode pelaksanaan meliputi observasi, wawancara, praktik langsung, dan dokumentasi. Bibit durian yang digunakan sebagai batang bawah berasal dari biji dan berumur 3 bulan, sedangkan entres diambil dari pohon induk unggul. Teknik okulasi dilakukan dengan menyisipkan mata tunas ke batang bawah yang telah disayat, kemudian diikat menggunakan plastik okulasi. Hasil dari 50 bibit durian yang diokulasi, sebanyak 74% berhasil dan 26% gagal. Kegagalan disebabkan oleh pengikatan yang kurang sempurna dan kurang sterilnya alat. Teknik okulasi terbukti mampu menghasilkan bibit durian berkualitas tinggi dengan waktu yang lebih singkat dibandingkan perbanyakan generatif
  • Item
    BUDIDAYA TANAMAN CABAI KERITING (Capsicum annum L.) DI PUSAT PELATIHAN PERTANIAN DAN PEDESAAN SWADAYA (P4S) WANUA LAMPOKO, DESA LAMPOKO, KECAMATAN BAREBBO, KABUPATEN BONE, SULAWESI SELATAN
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; ANDI ST. FASHA SHANRILA ZWESDY
    Cabai keriting (Capsicum annum L.) merupakan tanaman terong-terongan, semusim, berbatang perdu, dan berkayu. Buah tanaman ini memiliki rasa pedas yang disebabkan oleh kandungan kapsaisin. Selain sebagai penambah cita rasa dalam masakan atau sebagai sayuran, buah yang satu ini juga memiliki manfaat, salah satunya adalah mencegah penyakit kanker. Meskipun prospek cabai menguntungkan tetapi produksi cabai di Indonesia sering mengalami pasang surut, mengatasi berbagai permasalahan diperlukan penerapan teknik budidaya yang baik. Kegiatan magang ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman cabai keriting dan untuk mengetahui analisis usaha pada tanaman cabai keriting yang dilakukan di P4S Wanua Lampoko, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Kegiatan Magang ini dimulai dari tanggal 17 Maret 2025 sampai dengan 4 Juni 2025. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan praktik kerja. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa, budidaya tanaman cabai keriting di P4S Wanua Lampoko mencakup pengolahan lahan sampai dengan pemanenan, dan analisis usaha yang diperoleh sebesar 2,56 artinya dalam usaha budidaya tanaman cabai keriting di P4S Wanua Lampoko layak untuk dijalankan atau menguntungkan.
  • Item
    Pengembangan Usaha Sate Taichan Tubarania dengan Cita Rasa Lokal dan Sentuhan Modern
    (Polbangtan Gowa, 2026-04-17) Rusman B; Siti Latifah Nurkhaeryah
    sate taichan, inovasi menu, cita rasa lokal,sentuhan modern, pemasaran digital