Penyuluhan, Pendidikan, dan Pelatihan Pertanian
Permanent URI for this collection
Browse
Recent Submissions
Now showing 1 - 5 of 490
- ItemEFEKTIVITAS PESTISIDA NABATI KULIT BAWANG MERAH TERHADAP PENGENDALIAN HAMA ULAT TRITIP PADA TANAMAN SAWI (Brassica juncea L.)(Polbangtan Gowa, 2026-03-30) Rusman B,; UMMIANA ,RPestisida nabati kulit bawang merah adalah jenis pestisida alami. Kulit bawang merah mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, acetogenin, saponin dan tanin. Senyawa ini bersifat antifeedan (menolak makan), racun lambung, atau menggangu sistem metabolisme hama sehingga efektif untuk mengendalikan hama serangga pada tanaman. Kajiwidya ini bertujuan untuk mengetahui respons petani dan efektivitas pengaplikasian pestisida nabati dari kulit bawang merah dalam pengendalian hama ulat tritip pada tanaman sawi. Kajian ini dilaksanakan di Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa pada Bulan Maret-Juli 2025, dan kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada Kelompok Tani Tunas Harapan di Desa Panakkukang, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa. Ulat tritip merupakan hama utama pada tanaman sawi, sehingga diperlukan alternatif pengendalian yang ramah lingkungan. Metode yang digunakan adalah rancangan acak kelompok (RAK) dengan empat perlakuan konsentrasi pestisida nabati, termasuk kontrol. Perlakuan P0 (tanpa pengaplikasian pestisida nabati), P1 (pestisida nabati 200 ml/800ml air), P2 (pestisida nabati 400 ml/600 ml air), P3 (pestisida nabati 600 ml/400 ml air). Hasil kajian menunjukkan bahwa perlakuan paling efektif terdapat pada konsentrasi P3 (600 ml ekstrak/400 ml air) yang menghasilkan populasi ulat terendah (0,1), tanpa kerusakan daun (0%), dan tingkat kematian ulat tertinggi sebesar 66,7%. Keberhasilan ini didukung oleh senyawa aktif acetogenin dan flavonoid yang bersifat insektisida. Selanjutnya, kegiatan penyuluhan mengenai pestisida nabati kepada Kelompok Tani Tunas Harapan menunjukkan peningkatan respons petani. Sebelum penyuluhan, tingkat respons hanya 44,7% kategori “Kurang Merespon”, meningkat menjadi 94,3% setelah penyuluhan kategori “Sangat Merespon”. Kajiwidya juga mencatat peningkatan pengetahuan (42,4%), sikap (42,9%), dan keterampilan (63,5%), dengan total respons terhadap penyuluhan mencapai 89,8%. Kajian ini menunjukan bahwa pestisida nabati kulit bawang merah efektif dalam pengendalian hama serta pentingnya penyuluhan dalam meningkatkan adopsi teknologi ramah lingkungan oleh petani.
- ItemTINGKAT PENGETAHUAN, SIKAP DAN KETERAMPILAN PETANI TERHADAP ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI SORGUM (Sorghum bicolor L.) DI KECAMATAN MONCONGLOE, KABUPATEN MAROS(Polbangtan Gowa, 2026-03-30) Rusman B,; JULIANA AULIA CANTIKAAnalisis kelayakan usahatani sorgum merupakan upaya untuk mengetahui tingkat kelayakan suatu jenis usaha, analisis kelayakan usahatani digunakan untuk menguji atau mengukur apakah suatu usahatani layak dilanjutkan atau tidak untuk dijalankan, jika memang layak untuk dijalankan maka hasil analisis terkait layaknya usahatani sorgum dapat disuluhkan kepetani. Tujuan dari kajiwidya ini yaitu untuk mengetahui layak tidaknya usahatani dengan komoditi sorgum untuk dijalankan, serta untuk mengetahui Tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan petani terkait analisis kelayakan usahatani sorgum. Kajiwidya ini menggunakan metode kuantitatif dengan jenis studi kasus pada usahatani Tanami Id untuk kajian teknis, dengan pengolahan data menggunakan rumus analisis kelayakan usahatani dengan 3 aspek analisis, analisis biaya, analisis kelayakan serta analisis efesiensi. Dan metode ceramah diskusi untuk kajian penyuluhan. Hasil dari kajian teknis terkait analisis kelayakan usahatani sorgum menunjukkan bahwa usahatani sorgum layak untuk dijalankan serta memiliki potensi dalam memberikan keuntungan bagi petani dengan biaya produksi yang terbilang rendah dan pendapatan yang tinggI serta nilai R/C yang diperoleh sebesar 4, dengan nilai yang diperoleh maka dapat dikatakan usahatani sorgum layak dan efisien untuk dijalankan. Untuk kajian penyuluhan menunjukkan hasil penyuluhan yang dilaksanakan berjalan dengan sangat efektif dengan persentase 87,1%. Untuk tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan, petani mengalami peningkatan yang signifikan dengan jumlah persentase peningkatan untuk aspek pengetahuan sebesar 52,3%, sikap 48,5% dan keterampilan sebesar 55%.
- ItemRESPONS PETANI TERHADAP EFEKTIVITAS PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TOMAT PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI RAWIT (Capsicum frutesceans L.)(Polbangtan Gowa, 2026-03-30) Rusman B,; HAIKAL ASHARIPupuk organik cair tomat adalah salah satu larutan yang mengandung satu atau lebih pembawa unsur yang dibutuhkan tanaman yang mudah larut. Kelebihan pupuk cair adalah pada kemampuannya untuk memberikan unsur hara sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tujuan Kajiwidya ini untuk mengetahui penggunaan pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.) dan dan mengetahui pengetahuan, keterampilan dan sikap petani tentang penggunaan pupuk organik cair air cucian beras dan micin terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit (Capsicum frutescens L.). metode kajian ini dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan, jumlah populasi 48 tanaman . jumlah sampel yang diamati untuk setiap perlakuan sebanyak 2 per plot sehingga terdapat 24 sampel. Adapun perlakuan POC Tomat terdiri dari (P0) POC Tomat 100 ml/1 liter air, (P1) POC Tomat 200 ml/1 liter air, P3 POC Tomat 300 ml/1 liter air. Adapun parameter yang diamati yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, waktu muncul bunga pertama dan jumlah buah. Hasil kajian menunjukan P3 memberikan pengaruh yang terbaik pada tinggi tanaman (36.13 cm), jumlah daun (34.83 helai), waktu muncul bunga pertama (34,17 hari), dan jumlah buah (15.67). Evaluasi penyuluhan menunjukan adanya peningkatan pengetahuan sebesar 34,2%, dan tingkat sikap sebesar 38.4% dan tingkat keterampilan sebesar 38%. Efektivitas penyuluhan mencapai 63, 93% sehingga penyuluhan berada pada kategori efektif.
- ItemRESPONS PETANI TERHADAP APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) BONGGOL PISANG DENGAN TAMBAHAN TRICHODERMA SP. PADA PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN MELON GOLDEN (Cucumis melo L.)(Polbangtan Gowa, 2026-03-30) Rusman B,; A. NursyamsiProduksi melon golden mengalami penurunan akibat iklim ekstrem dan ketergantungan pada pupuk anorganik. Selain itu, petani di Kelurahan Lemba, Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng masih rendah pemahamannya dalam penggunaan pupuk organik cair. Diperlukan upaya pemanfaatan POC bonggol pisang dengan tambahan Trichoderma sp. pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon golden. Tujuannya untuk 1) Mengetahui efektivitas aplikasi pupuk organik cair bonggol pisang dengan tambahan Trichoderma sp. pada pertumbuhan dan produksi tanaman melon golden. 2) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap petani. Metode kajiwidya menggunakan analisis Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan sedangkan penyuluhan menggunakan metode pembagian kuesioner, ceramah, pemutaran film, diskusi dan pembagian folder. Hasil kajiwidya menunjukkan perlakuan P2 memberikan hasil terbaik dibanding P0, P1 dan P3 dalam meningkatkan produksi tanaman melon golden terlihat dari bobot buah lebih berat 740.89 gram. Sedangkan hasil evaluasi penyuluhan meningkat pengetahuan dan keterampilan, serta perubahan sikap petani. Peningkatan pengetahuan petani dari 40% menjadi 93%, perubahan sikap petani dari 41% menjadi 88%, dan keterampilan dari 42% menjadi 92%.
- ItemSTRATEGI PENGEMBANGAN TEKNOLOGI SPRINKLER IRIGATION PADA BUDIDAYA BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) Di KECAMATAN SINOA, KABUPATEN BANTAENG(Polbangtan Gowa, 2026-04-30) Rusman B,; Syahratul NadiraBudidaya bawang merah memiliki nilai ekonomi yang tinggi namun menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan air dan perubahan iklim. Oleh karena itu, penerapan sistem irigasi sprinkler menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan efisiensi pengairan dan produktivitas tanaman. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi praktik lapangan, observasi, wawancara dengan petani dan staf BPP, serta dokumentasi langsung terhadap proses budidaya. Hasil magang menunjukkan bahwa penggunaan sprinkler tipe sanon rotasi 360° dengan sistem pipa yang terstruktur dapat membantu memenuhi kebutuhan air secara lebih merata dan efisien. Kendala utama dalam pengembangan sistem ini adalah kemiringan lahan dan curah hujan yang tinggi, namun dapat diatasi melalui konservasi tanah dan pengaturan pola tanam. Kesimpulannya, teknologi sprinkler berperan penting dalam pengembangan budidaya bawang merah secara berkelanjutan serta dapat meningkatkan hasil produksi petani di wilayah tersebut.