PERKEMBANGAN MODEL PERTANIAN LAHAN RAWA

Show simple item record

dc.contributor.author Yanti Rina Darsani, Herman Subagio
dc.date.accessioned 2019-07-10T02:07:56Z
dc.date.available 2019-07-10T02:07:56Z
dc.date.issued 2016
dc.identifier.isbn 978-602-344-149-5
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7054
dc.description.abstract Madel pertanian lahan rawa sebenarnya sudah ada sejak masyarakat suku Bugis dan Banjar membuka lahan rawa di pantai Timur Sumatera dan di pantai Selatan Kalimantan. Modelyangadapada saatitu sangat sederhana dan umumnya komoditas yangdiusahakan secara monokultur. Model yang berkembang tersebut belumdapat mencerminkan model yang optimal, karena lahan yang berhasildibuka masih dalam luasan terbatas sesuai dengan kemampuan merekadanhasil yang diperolehpun hanya untuk memenuhi kebutuhan keluargadengan produksi padi 0,8-1,0 ton per hektar. Sejak dibuatnya surjan secara bertahap, dimulai membuat tukungan hingga sampai terbentuk surjan, masyarakat mulai menanam tanaman hortikultura danperkebunan seperti jeruk, pisang, pepaya, kelapa, karet, kopi dan sebagainya, maka terbentuklah suatu model pertanian lahan rawa sederhana. Model pertanian di lahan rawa berkembang kemudian dengan masuknya transmigrasi sejak tahun 1970an di lahan rawa. Petanimelakukan usaha tani beragam setelah dibukanya lahan rawa untuk program transmigrasi. Masing-masing transmigran diberikan lahanusaha tani seluas 2,0 - 2,25 hektar per Kepala Keluarga (KK). Kemudian diikuti dengan pembagian bibit tanaman keras/hortikultura untuklahan pekarangan serta ternak atau ikan. en_US
dc.publisher IAARD Press en_US
dc.subject PERKEMBANGAN MODEL PERTANIAN LAHAN RAWA en_US
dc.title PERKEMBANGAN MODEL PERTANIAN LAHAN RAWA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account