REHABILITASI LAHAN MARGINAL DALAM RANGKA MENINGKATKANPRODUKTIVITAS DAN KONSERVASI AIR

Show simple item record

dc.contributor.author Ernawanto, Q.D
dc.contributor.author Sudaryono, T
dc.contributor.other BPTP Jambi en_US
dc.date.accessioned 2019-02-28T04:01:06Z
dc.date.available 2019-02-28T04:01:06Z
dc.date.issued 2016-05-31
dc.identifier.isbn 978-602-1276-17-4
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6889
dc.description.abstract Karakteristik lahan marginal dicirikan dengan tingkat kesuburannya sangat menurun sehingga cepat atau lambat akan menjadi tidak berfungsi sebagai unsur produksi pertanian dan tidak menguntungkan bagi petani; lahan tersebut kurang berfungsi sebagai penyalur tata air dan perlindungan alam sekitar; dan lapisan olahnya dangkal yang sulit sebagai tempat yang optimal untuk tumbuh tanaman. Rehabilitasi lahan marginal merupakan tindakan perpaduan teknologi di dalam batas-batas alam dari suatu areal untuk optimalisasi sumberdaya lahan, air, dan tanaman dalam rangka mencukupi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan. Lahan marginal merupakan salah satu penyebab kemiskinan, oleh karena itu perlu segera diatasi agar produktivitasnya dapat ditingkatkan. Pengembangan agribisnis di lahan marginal tidaklah mudah, karena dihadapkan pada beberapa kendala dan permasalahan yang cukup kompleks, diantaranya : (a) potensi erosi relatif tinggi karena kondisi lereng umumnya curam, intensitas hujan cukup tinggi, tanah kurang terlindungi oleh vegetasi permanen; (b) tingkat kesuburan tanah rendah karena kurangnya usaha pengembalian bahan organik, lahan solumnya dangkal, dan praktek penggunaan pupuk kimia yang kurang sesuai; (c) resiko kegagalan panen atau kematian tanaman relatif tinggi karena ketidakpastian hujan atau pola hujan bervariasi, kekeringan pada musim kemarau dan erosi pada musim hujan, penguasaan teknologi pada umumnya masih bersifat subsisten; (d) keterbatasan modal para petani; dan (e) keterbatasan sarana dan prasarana wilayah. Pola pembangunan di daerah marginal memerlukan koordinasi yang mantap antar sektor, seperti sektor pertanian, kehutanan, dan prasarana wilayah. Pengembangan komoditas haruslah diseleraskan dengan kondisi biofisik lahan marginal, sosial ekonomi dan budaya setempat, serta potensi pasarnya. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher BB Pengkajian Teknologi Pertanian en_US
dc.subject Rehabilitasi Lahan Marginal en_US
dc.subject Produktivitas en_US
dc.title REHABILITASI LAHAN MARGINAL DALAM RANGKA MENINGKATKANPRODUKTIVITAS DAN KONSERVASI AIR en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account