STATEGI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM KONSISTELASI MEA DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT

Show simple item record

dc.contributor.author Kifli, Gontom C
dc.contributor.author Wahyudi, Erwan
dc.contributor.other BPTP Jambi en_US
dc.date.accessioned 2019-02-27T04:40:57Z
dc.date.available 2019-02-27T04:40:57Z
dc.date.issued 2016-05-31
dc.identifier.isbn 978-602-1276-17-4
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6843
dc.description.abstract Penyuluhan pertanian di Indonesia mengalami pasang surut dengan beragam dinamikanya. Perkembangan terakhir pada tahun 2008 dengan adanya rekrutmen tenaga lepas pembantu penyuluh pertanian (THL TBPP) dan pemberdayaan penyuluh pertanian swadaya merupakan upaya pemerintah dalam merespon minimnya tenaga penyuluh pertanian atau PPL. Peran penyuluh pertanian tetap dirasakan sangat penting dan menjadi kunci di dalam keberhasilan pembangunan pertanian di suatu daerah, karena penyuluh pertanian merupakan agen yang menjembatani inovasi antara penghasil inovasi teknologi pertanian dengan penggunanya terutama petani, terlebih dalam era MEA saat ini yang menuntut profesionalisme dan tingginya daya saing. Tujuan kajian adalah memetakan kondisi dan posisi penyuluhan pertanian di Kalimantan Barat saat ini dan merancang strategi penyuluhan pertanian yang sesuai dengan kondisi Kalimantan Barat yang memiliki wilayah yang berbatasan dengan Malaysia terkait dengan konstelasi MEA. Kajian dilakukan dengan metode analisis statistik deskriptif yang kemudian diterjemahkan dalam pembahasan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembangunan pertanian melalui penyuluhan pertanian di wilayah perbatasan negara memiliki nilai strategis dan potensi yang tinggi berupa sebagian besar penyuluh pertanian berada dekat dan di sekitar wilayah perbatasan, jumlah minimal ideal penyuluh pertanian telah mencukupi sesuai ketentuan yang ada. Strategi penyuluhan pertanian yang sebaiknya dilakukan di wilayah perbatasan tersebut, kaitannya dengan konstelasi MEA adalah berupa; mengintegrasikan pembangunan pertanian melalui kegiatan penyuluh pertanian di dalam kerangka program atau kegiatan terpadu lokal dan nasional di wilayah perbatasan yang telah ada dan ditetapkan. Diperlukan regenerasi para penyuluh pertanian dari penyuluh senior kepada penyuluh yang lebih muda. Strategi lainnya adalah dengan membenahi, memantapkan dan menetapkan struktur organisasi penyuluhan pertanian terakhir adalah dengan memberdayakan penyuluh swadaya dengan melibatkan atau mengikutsertakan penyuluh swadaya dalam seluruh kegiatan atau program penyuluh pertanian di wilayahnya. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher BB Pengkajian Teknologi Pertanian en_US
dc.subject Peran Penyuluh en_US
dc.subject Peningkatan Daya Saing en_US
dc.subject Konsistelasi MEA en_US
dc.subject Wilayah Perbatasan dan Kalimantan Barat en_US
dc.title STATEGI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM KONSISTELASI MEA DI WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account