BIONOMI PENGGEREK BATANG PADI DAN ALTERNATIF PENGENDALIANNYA

Show simple item record

dc.contributor.author S. Asikin, M. Thamrin, Balittra
dc.date.accessioned 2019-01-28T02:23:46Z
dc.date.available 2019-01-28T02:23:46Z
dc.date.issued 2001-11
dc.identifier.issn 1410-637 X
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6433
dc.description.abstract Di lahan pasang sum! khususnya Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah penggerek batang padi yang dominan adalah dari spesies penggerek batang padi putih (PBP P). Intensitas kerusakan yang diakibatkan oleh penggerek batang padi putih sangat bervariasi yaitu gejala sundep berkisar antara 33-41% dan gejala beluk 25-45%. Untuk menunjang konsep PHT tersebut dalam rangka pengllrangan penggunaan insektisida perlu dicari alternatif pengendalian yang bersifat ramah lingkungan. Penelitian tentang penggunaan ekstrak tumbuhan "purun tikus" (Eleocharis dulcis) dan beberapajenis tumbuhan lainnya bukan merupakan bahan yang bersifat meracun tetapi sehagai zat penarik (attraktan) bagi imago betina penggerek batang padi puiih dalam meletakkan telurnya. Pada daerah yang terdapat purun tikus, kerusakan padi hanya berkisar antara 0-1, O%. Larva penggerek batang padi putih mampu menyelesaikan siklus hidupnya pada rumput purun tikus dengan rentang hidup berkisar antara 38-42 hari. Sampai saat ini belum ada varietasyang memiliki ketahanan tinggi terhadap penggerek batang padi. Rumput purun tikus berperan sebagai tanaman perangkap penggerek batang padi terutama dalam memerangkap kelompok telur, dan telur-telur yang terperangkap pada rumput pllrIm tikus tersebut terparasit oleh parasitoid telur berkisar antara 1-/-60%. Disamping itu pula purun tikus tersebut berfungsi sebagai habitat bag! musuh alami terutama dari jenis parasitoid dan predator. Ekstrak purun tikus berpotensi sebagai attraktan hagi penggerek batang padi putih dalam meletakkan telurnya. Cendawan Beauveria bassianaberpotensi sebagai agensia pengendali penggrek batang padi. Penggunaan silikat dan kalium dapat menckan intensitas serangan penggerek batang padi berkisar antara 5,/o-12,5%. Penggunaan feromon seks cukup membantu dalam pengendalian hama penggerek batang padi putih. en_US
dc.publisher Balittra en_US
dc.subject BIONOMI PENGGEREK BATANG PADI DAN ALTERNATIF PENGENDALIANNYA en_US
dc.title BIONOMI PENGGEREK BATANG PADI DAN ALTERNATIF PENGENDALIANNYA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account