Ekonomi Padi di Asia: Suatu Tinjauan Berbasis Kajian Komparatif

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Suryana, Achmad
dc.creator Kariyasa, Ketut
dc.date 2016-08-12
dc.date.accessioned 2018-06-04T08:02:08Z
dc.date.available 2018-06-04T08:02:08Z
dc.date.issued 2016-08-12
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/view/3947
dc.identifier 10.21082/fae.v26n1.2008.17-31
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5329
dc.description EnglishEspecially for Asian regions, rice is a strategic commodity because it is a staple food for most of the Asian people. In terms of agricultural land resources availability, several countries have become importers whereas the others exporters. The result of economic study in Asia shows that Cambodia and Thailand have a better agricultural land resource availability to provide rice for their people than the other countries in Asia. The rice farming system is able to give a better life to rice farmers in Malaysia, but it is unable yet to Indonesian rice farmers because of their very small landholding size, even though they have applied intensive technology.  Indonesian food autonomy (for rice) is better than that of several countries in Asia, such as Nepal, Japan, the Philippine and Malaysia.IndonesianKhususnya bagi kawasan Asia, beras merupakan komoditas strategis karena sebagian besar penduduknya menjadikan beras sebagai makanan pokok. Terkait dengan ketersediaan sumberdaya lahan pertanian untuk memproduksi beras, sebagian negara menjadi eksportir beras, sebagian lainnya masih harus impor. Hasil kajian komparatif ekonomi padi di Asia menunjukkan bahwa Kamboja dan Thailand memiliki daya dukung lahan pertanian dalam memproduksi beras untuk memenuhi kebutuhan penduduknya paling baik. Malaysia mampu menjadikan usahatani padi memberikan kehidupan yang layak bagi petaninya, sementara usahatani padi di Indonesia belum mampu memberikan kehidupan yang layak bagi petani, karena rata-rata luas garapan petani padi di Indonesia sangat sempit, sekalipun teknologi produksi padi yang diterapkan  petani Indonesia sudah cukup intensif, dibawah China, Korea, Jepang, dan Vietnam. Tingkat kemandirian pangan beras Indonesia relatif lebih baik dibanding negara Nepal, Jepang, Filipina, dan Malaysia, namun masih lemah dibandingkan negara Asia lainnya. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/fae/article/view/3947/3284
dc.rights Copyright (c) 2016 Forum Penelitian Agro Ekonomi en-US
dc.source 2580-2674
dc.source 0216-4361
dc.source Forum penelitian Agro Ekonomi; Vol 26, No 1 (2008): Forum Penelitian Agro Ekonomi; 17-31 en-US
dc.title Ekonomi Padi di Asia: Suatu Tinjauan Berbasis Kajian Komparatif en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account