Identifikasi Metode Pengolahan Daging Hasil Buruan secara Tradisional pada Masyarakat Kebar: Sebagai Upaya Penganekaragaman Sumber Protein Hewani

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Seseray, DY; Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat
dc.creator Sumpe, I; Fakultas Peternakan, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat
dc.date 2018-01-11
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:57:29Z
dc.date.available 2018-06-04T07:57:29Z
dc.identifier http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/semnas-tpv/article/view/1774
dc.identifier 10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.688-694
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5020
dc.description Kearifan lokal masyarakat Papua sangat unik dan beragam. Salah satunya adalah proses pengolahan daging hasil buruan sebagai sumber protein hewani lokal. Pengolahan daging hasil buruan secara tradisional dilakukan dengan menggunakan beberapa jenis bahan tanaman yang tersedia di alam sebagai media pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah sebagai kajian awal identifikasi metode pengolahan daging hasil buruan secara tradisional oleh masyarakat lokal di Distrik Kebar, Kabupaten Tambrauw sebagai salah satu upaya penganekaragaman sumber protein hewani. Diharapkan ke depan kajian ini dapat menjadi sebuah metode pengolahan daging berbasis pengetahuan lokal. Penelitian ini merupakan studi kasus pada masyarakat yang melakukan aktivitas pengolahan daging hasil buruan dengan metode tradisional sebagai responden kunci. Variabel yang diamati meliputi identifikasi alat dan bahan yang digunakan dalam proses pengolahan secara tradisional, proses pengolahan daging serta waktu yang dibutuhkan pada tahapan persiapan, pemasakan, dan penyajian. Data yang diperoleh dianalisis dengan metode deskriptif. Hasil survei dan wawancara ditemukan bahwa masyarakat di Distrik Kebar 100% memanfaatkan daging hasil buruan sebagai sumber protein hewani. Masyarakat lokal mengolah daging menggunakan metode bakar batu atau barapen (etumbikyeb) menggunakan jenis batu yang menyimpan panas lebih lama dan tidak mudah pecah. Metode kulit kayu (nifyek) dilakukan dengan menggunakan tiga jenis kulit kayu dalam bahasa lokal disebut kulit kayu Woreb, kayu Sram dan kayu Mar. Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu daging hasil buruan masih menjadi sumber protein hewani utama bagi masyarakat Kebar dan metode pengolahan daging secara tradisional yaitu metode bakar batu dan kulit kayu. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner en-US
dc.relation http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/semnas-tpv/article/view/1774/1523
dc.rights Copyright (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner en-US
dc.source Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner; Semnas TPV 2017; 686-692 en-US
dc.subject Kearifan Lokal; Daging; Protein Hewani; Bakar Batu; Bark en-US
dc.title Identifikasi Metode Pengolahan Daging Hasil Buruan secara Tradisional pada Masyarakat Kebar: Sebagai Upaya Penganekaragaman Sumber Protein Hewani en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account