Potensi Ketersediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Pakan dari Produk Samping Perkebunan Kakao di Provinsi Sulawesi Selatan

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Shiddieqy MI, MI; Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan, Jl. Raya Pajajaran Kav. E-59, Bogor 16128
dc.creator Widiawati, Y; Balai Penelitian Pernak, PO Box 221, Ciawi, Bogor 16002
dc.creator Ramadhan, BA; Balai Penelitian Pernak, PO Box 221, Ciawi, Bogor 16002
dc.date 2018-01-11
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:57:27Z
dc.date.available 2018-06-04T07:57:27Z
dc.identifier http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/semnas-tpv/article/view/1764
dc.identifier 10.14334/Pros.Semnas.TPV-2017-p.577-586
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5003
dc.description Sulawesi Selatan adalah pusat penghasil biji kakao di Indonesia. Total ketersediaan limbah tanaman kakao akan sejalan dengan produksi biji kakao. Studi bertujuan untuk mendapatkan informasi potensi pakan yang dapat disediakan dari limbah perkebunan kakao dan banyaknya ternak yang dapat ditampung berdasarkan ketersediaan nutriennya di Sulawesi Selatan. Studi menggunakan data luas lahan perkebunan kakao, produksi buah kakao dan populasi ternak di Provinsi Sulawesi Selatan yang diambil dari Badan Pusat Statistik (BPS). Beberapa faktor konversi dari hasil penelitian, digunakan untuk mengetahui ketersediaan bahan kering (BK), protein kasar (PK) dan total nutrien tercerna (TDN). Peninjauan lapang dilakukan di Kabupaten Soppeng. Kebutuhan nutrisi untuk populasi ternak ruminansia yang ada dihitung mengikuti NRC (2000). Hasil studi menunjukkan bahwa hanya dua kota di Sulawesi Selatan yang tidak memiliki kebun kakao (Makassar dan Pare-pare). Kabupaten Luwu merupakan pusat kakao, dimana kulit kakao dapat  memenuhi 14,48% dari kebutuhan BK, 11,67% dari kebutuhan PK dan 15,01% dari kebutuhan TDN seluruh ternak ruminansia di Kabupaten Luwu. Kebutuhan nutrisi BK, PK dan TDN yang paling besar ada di Kabupaten Bone, sebagai sentra ternak ruminansia di Sulawesi Selatan. Namun, limbah kakao hanya dapat memenuhi 0,69; 0,56; dan 0,72% dari total kebutuhan BK, PK dan TDN. Setiap hektar lahan kakao dapat menampung 0,113; 0,091; dan 0,117 ST selama setahun berdasarkan ketersediaan BK, PK dan TDN. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner en-US
dc.relation http://medpub.litbang.pertanian.go.id/index.php/semnas-tpv/article/view/1764/1510
dc.rights Copyright (c) 2018 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner en-US
dc.source Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner; Semnas TPV 2017; 575-584 en-US
dc.subject Produk Samping Kakao; Bahan Kering; Protein; Total Nutrien Tercerna; Ruminansia en-US
dc.title Potensi Ketersediaan dan Pemenuhan Kebutuhan Pakan dari Produk Samping Perkebunan Kakao di Provinsi Sulawesi Selatan en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account