Pengembangan Ekonomi Tembakau Nasional: Kebijakan Negara Maju dan Pembelajaran Bagi Indonesia

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Rachmat, Muchjidin; Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
dc.date 2016-08-26
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:38:05Z
dc.date.available 2018-06-04T07:38:05Z
dc.date.issued 2016-08-26
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4208
dc.identifier 10.21082/akp.v8n1.2010.67-83
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/4488
dc.description Industri tembakau Indonesiadihadapkan kepada situasi dilematik dan kontroversi perannya dalam perekonomian nasional dan dampak negatif yang ditimbulkannya bagi kesehatan masyarakat dan lingkungan. Makalah ini  membahas tentang  kontroversi  dan dilema industri tembakau serta alternatif solusinya. Sumbangan utama industri tembakau dalam perekonomian nasional adalah sebagai sumber penerimaan cukai, sedangkan perannya dalam penyerapan tenaga kerja dan devisa  relatif kecil. Penerima manfaat terbesar dari industri tembakau adalah industri rokok skala besar dan perusahaan rokok multinasional, sementara masyarakat Indonesia menerima pengaruh negatip rokok  berupa penurunan derajat kesehatan dan biaya kesehatan yang besar. Tanpa adanya kebijakan yang tegas, Indonesia akan menjadi pasar potensial bagi industri rokok skala besar nasional dan multinasional. Kebijakan yang tegas pemerintah diperlukan untuk meminimalkan dampak negatip rokok. Sejalan dengan itu Indonesia harus menandatangai dan meratifikasi Konvensi Pengendalian Tembakau (Framework Convention on Tobacco Control–FCTC.) sebagai payung hukum pengendalian tembakau. Di samping itu pemerintah harus melindungi masyarakat terhadap dampak negatip rokok melalui penerapan  kebijakan  harga rokok, penetapan pajak/cukai rokok, pengendalian iklan rokok, kegiatan promosi dan sponsor oleh perusahaan rokok serta penetapan daerah/ kawasan besas dari asap rokok. Dengan semakin meningkatnya gerakan kesehatan dan anti rokok di dunia, maka dalam jangka panjang industri rokok dunia diprediksi akan mengalami penurunan. Kondisi ini perlu diantisipasi dan menjadi acuan dalam penetapan kebijakan tembakau di Indonesia. Sejak awal perlu antisipasi dalam bentuk upaya substitusi secara bertahap dari industri rokok dan tanaman tembakau ke  industri dan  tanaman lain yang lebih bermanfaat. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4208/3551
dc.rights Copyright (c) 2016 Analisis Kebijakan Pertanian en-US
dc.source 2549-7278
dc.source 1693-2021
dc.source Analisis Kebijakan Pertanian; Vol 8, No 1 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian; 67-83 en-US
dc.source Analisis Kebijakan Pertanian; Vol 8, No 1 (2010): Analisis Kebijakan Pertanian; 67-83 id-ID
dc.title Pengembangan Ekonomi Tembakau Nasional: Kebijakan Negara Maju dan Pembelajaran Bagi Indonesia en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account