Identifikasi Agens Polinasi pada Tanaman Pinang (Areca catechu L.)

Show simple item record

dc.contributor Balai Penelitian Tanaman Palma en-US
dc.creator SALIM, nFN; Balai Penelitian Tanaman Palma
dc.creator MIFTAHORRACHMAN, nFN; Balai Penelitian Tanaman Palma
dc.date 2016-10-18
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:19:51Z
dc.date.available 2018-06-04T07:19:51Z
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/palma/article/view/5299
dc.identifier 10.21082/bp.v15n2.2014.141-149
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3985
dc.description Informasi tentang sistem penyerbukan pada suatu tanaman sangat penting dalam persilangan untuk menghasilkan varietas unggul. Pada tanaman pinang, agens penyerbuk masih belum pasti; ada yang menyatakan dilakukan melalui angin atau serangga. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi agens penyerbuk pada tanaman pinang. Penelitian dilakukan pada koleksi dua varietas pinang, yaitu Mongkonai dan Huntu di Kebun Percobaan Kayuwatu, Manado. Kegiatan mulai dilakukan pada awal musim penghujan yaitu bulan September sampai bulan Oktober 2013. Jumlah sampel tanaman pinang sebanyak 12 pohon setiap aksesi yang berumur 10 tahun. Identifikasi agens penyerbuk dilakukan dengan dua cara, yaitu pengamatan kunjungan serangga pada tandan bunga pinang dan perangkap serbuk sari menggunakan media agar yang diletakkan di bawah malai bunga betina. Hasil penelitian menunjukkan kunjungan serangga penyerbuk pada bunga pinang sangat sedikit (8 sampai 13 jenis dan rata-rata jumlah serangga antara 0,2-261,8 serangga per pohon) dibanding dengan kunjungan serangga pada bunga kelapa (14 jenis dengan rata-rata jumlah antara 0,2-901 serangga per pohon). Selama masa anthesis bunga betina, tidak terjadi kunjungan serangga hal ini disebabkan bunga betina pinang tidak menghasilkan nektar. Jumlah polen yang terperangkap dalam media yang pemasangannya selama 24 jam hanya berkisar antara 4-6 polen pada posisi media tegak, sedangkan media yang dipasang tertelungkup polen yang terperangkap sedikit sekali, yaitu hanya 1-2 polen. Ini menggambarkan sekalipun posisi bunga betina tertelungkup serbuk sari masih bisa diserbuki oleh angin. Jumlah polen yang terperangkap selama 144 jam (hari ke enam) bertambah antara 144-174 polen untuk pemasangan media perangkap dengan posisi tegak dan 54-82 polen untuk pemasangan media dengan posisi tertelungkup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agens penyerbuk pada tanaman pinang adalah angin. Bunga pinang tidak disukai oleh serangga penyerbuk karena jumlah serbuk sari yang sedikit dan tidak menghasilkan nektar.Kata kunci: Pinang, agens polinasi, serangga penyerbuk, angin, serbuk sari, bunga betina. ABSTRACTIdentification of Pollination Agen on Arecanut (Areca catechu L.)Information about pollination system on a crop is very important in hybridization to produce superior varieties. In arenut crop, pollinators agens is still uncertain; there are states carried by wind or insects. The purpose of the study is to identify the agents of pollinators on arecanut.The study was conducted on two varieties of arecanut collection, namely Mongkonai and Huntu at the Kayuwatu Experiment Garden, Manado. Activity began in the early rainy season is September to October 2013. The number of samples as many as 12 tree for each accession of 10 years old. Identification of agents pollinators done in two ways, namely observation of insects visit the flower cluster nut and pollen traps using media that is put under the female flower bunches.The results showed pollinating insects visit the flower of arecanut very little (8 to 13 types and number of insects between 0,2-261,8 insects per palm) compared with insects visit the flowers of coconut (14 species with a number between 0,2-901 insects per palm). During the period of female flower anthesis, no insects visit, this occurs due to the female flowers do not produce nectar. This illustrates the female flowers with down position at bunches, can still be pollinated by wind. Total pollen trapped in the installation media for 24 hours only range between 4-6 pollen on media vertical position, while media with headlong position pollen trapped that is only 1-2.Total pollen trapped for 144 hours (six days) increased between 144-174 pollen traps for the installation media to the vertical position and 54-82 pollen trapped for installation media with headlong position. The research showed that the pollinating agent in arecanut is the wind. Arecanut flowers are not favored by insect pollinators for pollen counts are few and do not produce nectar.Keywords: Arecanut, pollination agents, insect pollinators, wind, pollen grain, female flower. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/palma/article/view/5299/4497
dc.rights Copyright (c) 2016 Buletin Palma en-US
dc.source 2528-7141
dc.source 1979-679X
dc.source Buletin Palma; Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014; 141-149 en-US
dc.title Identifikasi Agens Polinasi pada Tanaman Pinang (Areca catechu L.) en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account