Aksesibilitas dan Partisipasi Pengrajin Industri Tempe Terhadap Sumber Pembiayaan Formal di Kabupaten Bogor Jawa Barat

Show simple item record

dc.contributor id-ID
dc.creator Azriani, Zednita; Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga Bogor
dc.creator Kusnadi, Nunung; Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga Bogor
dc.creator Sinaga, Bonar M.; Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga Bogor
dc.creator Nuryartono, Nunung; Fakultas Ekonomi dan Manajemen, Institut Pertanian Bogor Jln. Kamper, Kampus IPB Dramaga Bogor
dc.date 2016-08-15
dc.date.accessioned 2018-05-02T01:23:45Z
dc.date.available 2018-05-02T01:23:45Z
dc.date.issued 2016-08-15
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/3983
dc.identifier 10.21082/jae.v32n1.2014.75-89
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/375
dc.description EnglishAgriculture-based processing industry is important to support the overall economy as a whole and also the agricultural sector. Tempe industry is an important agroindustry. In general, tempeh industry consists of small business and household-scale industry dealing with some problems, i.e. raw materials and capital access. Capital constraint is due to the low access of tempeh industry to formal credit institutions. The objectives of study are: (i) to distinguish between access and participation tempeh industry to formal financing, (ii) to identify factors affecting accessibility and participation tempeh industry to formal credit using the probit models, and (iii) to identify factors influencing credit value requested. Results of the study show that education and collateral ownership are the important factors determining accessibility to formal financing sources. Tempe processors with higher educational level and land certificates will have greater opportunities to access formal financing. Formal financing participation is affected by total income of tempeh processors, age, and participation in the organization. Thus, improving knowledge and skills of tempeh processors is necessary to enhance their access to formal financing. In addition, loosened collateral requirements are important for tempeh industry. Financial scheme such as subsidized credit is very useful to improve credit participation of tempeh processors. IndonesianIndustri pengolahan yang berbasis pertanian sangat diperlukan, selain untuk mendukung perekonomian secara keseluruhan juga sebagai penyokong sektor pertanian. Salah satu agroindustri yang cukup potensial adalah industri tempe. Pada umumnya industri tempe merupakan industri kecil dan rumah tangga yang masih dihadapkan dengan beberapa permasalah, baik permasalahan bahan baku maupun keterbatasan modal. Keterbatasan modal disebabkan karena rendahnya akses industri tempe terhadap lembaga-lembaga kredit formal perbankan. Studi ini bertujuan untuk membedakan akses dan partisipasi pengrajin tempe terhadap sumber pembiayaan formal dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi akses dan partisipasi pengrajin tempe terhadap kredit dengan menggunakan model probit serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kredit yang diminta. Hasil studi menunjukkan bahwa faktor pendidikan dan ketersediaan collateral menjadi faktor penting dalam menentukan aksessibilitas pengrajin industri tempe terhadap sumber pembiayaan formal. Pengrajin yang lebih berpendidikan dan memiliki surat tanah akan memiliki peluang yang lebih besar untuk dapat akses terhadap sumber pembiayaan formal. Sedangkan partisipasi terhadap pembiayaan formal lebih dipengaruhi oleh total pendapatan pengrajin, umur, dan keikutsertaan dalam organisasi. Sehingga upaya-upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengrajin tempe perlu dilakukan guna meningkatkan aksessibilitas pengrajin industri tempe terhadap sumber pembiayaan formal. Di samping itu, kemudahan persyaratan agunan dalam pinjaman perlu diberikan untuk pengrajin industri tempe.  Kredit bersubsidi sangat bermanfaat bagi para pengrajin tempe. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/3983/3318
dc.rights Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2541-1527
dc.source 0216-9053
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi; 75-89 en-US
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi; 75-89 id-ID
dc.title Aksesibilitas dan Partisipasi Pengrajin Industri Tempe Terhadap Sumber Pembiayaan Formal di Kabupaten Bogor Jawa Barat id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account