PERAN SERAIWANGI SEBAGAI TANAMAN KONSERVASI PADA PERTANAMAN KAKAO DI LAHAN KRITIS

Show simple item record

dc.contributor BALAI PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT en-US
dc.creator Daswir, Daswir
dc.date 2016-09-27
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:17:52Z
dc.date.available 2018-06-04T07:17:52Z
dc.date.issued 2010
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/1868
dc.identifier 10.21082/bullittro.v21n2.2010.%p
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3664
dc.description Penelitian untuk mempelajari peranan seraiwangi sebagai tanaman konservasi dalam pertanaman kakao di lahan kritis telah dilaksanakan pada Januari sampai Desember 2008 di Desa Aripan Kabupaten Solok. Lokasi berada pada ketinggian 460 m dpl dengan kemiringan lahan di atas 30% pada jenis tanah Podsolik merah kuning. Penelitian menggunakan Rancang-an Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perla-kuan jarak tanam dan 4 ulangan. Perlaku-an terdiri atas perbedaan jarak antar tanaman seraiwangi yaitu  jarak tanam 1,0 m (100 rpn/plot); jarak tanam 0,8 m (120 rpn/plot); jarak tanam 0,6 m (160 rpn/ plot); jarak tanam 1,0 m rumput ternak (100 rpn/plot), dan tanpa tanaman (kon-trol). Hasil penelitian menunjukkan bahwa seraiwangi berperan sebagai tanaman konservasi dalam pertanaman kakao di dataran rendah dengan tingkat kemiringan >25%. Dari tingkat erosi lahan terutama dari bobot aliran permukaan air dan tanah serta kondisi unsur hara tanah menun-jukkan bahwa dengan perlakuan jarak tanam 0,8 m (120 rpn/plot) yang terendah bobot tanah (13,2 kg/90 m²/bln), volume air (3,1 cm³/90 m²/bln). Kadar hara tanah dan kelembapan tanah sangat nyata pengurangan dibanding dengan perlakuan kontrol. Hasil panen seraiwangi pada perlakuan jarak tanam 0,8 m adalah yang tertinggi (258,9 g/rpn) dibanding perla-kuan lain yakni di bawah 200 g/rpn. Mutu minyak seraiwangi dari panen I pada setiap perlakuan memperlihatkan hasil rendemen dan mutu minyak tertinggi berturut-turut yaitu 0,96; 0,91; dan 0,89% rendemen dan kadar citronelal 45,4; 41,3; dan 39,6%. Kerusakan buah tanaman kakao lebih rendah (<25%) di-banding tanpa ada tanaman seraiwangi (kontrol) yakni lebih dari 50% selama panen 1. Usahatani tanaman seraiwangi dalam tahun pertama belum memberikan hasil yang nyata dan menguntungkan secara ekonomis, tetapi dari segi konser-vasi dapat  mengurangi tanah tererosi dan aliran permukaan di atas 40%, dan dapat mengurangi atau menjaga tingkat kadar hara tanah lebih baik dibanding tanpa adanya tanaman seraiwangi (kontrol).  en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/1868/7806
dc.source 2527-4414
dc.source 0215-0824
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 117-128 en-US
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 21, No 2 (2010): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 117-128 id-ID
dc.subject en-US
dc.title PERAN SERAIWANGI SEBAGAI TANAMAN KONSERVASI PADA PERTANAMAN KAKAO DI LAHAN KRITIS en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account