Persistence of Botanical Insecticide Residue of Pyrethrum and Neem in Rice Plant

Show simple item record

dc.contributor Balittro en-US
dc.contributor Balittro id-ID
dc.creator Kardinan, Agus; Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute
dc.creator Wahyono, Tri Eko; Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute
dc.creator Tarigan, Nurbetti; Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute
dc.date 2018-03-02
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:17:42Z
dc.date.available 2018-06-04T07:17:42Z
dc.date.issued 2017-02-21
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/6466
dc.identifier 10.21082/bullittro.v28n2.2017.191-198
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3640
dc.description Brown planthopper is still a major problem in rice. Control using botanical insecticides is considered less effective, since its persistence in rice plantation is short. Research on the persistence of botanical insecticide residues of pyrethrum and neem in rice has been conducted in green house of Entomology, Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute, Bogor from January to December 2016. The research was aimed to determine the persistence of botanical insecticide residue on rice by testing it to brown planthopper mortality. The study was arranged in complete randomized design with six treatments and four replications. The treatment consisted of two pyrethrum formulas (EC); two neem formulas (EC); positive controls of synthetic insecticides (a.i. carbosulfan) and negative control (water). The method used was Leaf Residue Method, by spraying the formula into one month-old rice plants, then 10 brown planthopper nymphs of forth instar were introduced into each plant in the first, second, third and fourth day after spraying.  The planthopper mortality was observed in the first, third, sixth, 24th and 48th hours after introduction. The residuals of all insecticides tested were still affecting the  mortality of brown planthopper until the fourth day after spraying, although the effectiveness decreased by the time. The average mortality on the first day introduction after spraying ranged between 53-73 % and in the fourth day after spraying was 18-25 %. en-US
dc.description Wereng coklat hingga saat ini masih merupakan masalah utama pada padi. Pengendalian dengan insektisida nabati dianggap kurang efektif, karena tidak dapat bertahan lama di lapangan. Penelitian mengenai persistensi residu insektisida nabati piretrum dan mimba pada padi telah dilakukan di rumah kaca Entomologi, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor dari bulan Januari hingga Desember 2016. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lamanya residu insektisida nabati pada tanaman padi dengan cara mengujinya terhadap mortalitas wereng coklat.  Penelitian disusun dalam rancangan acak lengkap dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan terdiri dari dua formula piretrum (EC); dua formula mimba (EC); kontrol positif berupa insektisida sintetis berbahan aktif karbosulfan dan kontrol negatif berupa air. Metoda yang digunakan adalah metode residu daun (Leaf Residue Method), yaitu dengan cara menyemprot tanaman padi berumur sekitar satu bulan dengan konsentrasi sesuai perlakuan yang telah ditentukan, kemudian diintroduksikan 10 ekor nimfa wereng coklat instar empat ke setiap tanaman pada hari pertama, kedua, ketiga dan keempat. Mortalitas serangga diamati pada jam pertama; ketiga; keenam; ke-24 dan ke-48 setelah introduksi. Residu insektisida nabati yang diuji masih berpengaruh terhadap mortalitas wereng coklat sampai dengan hari keempat setelah penyemprotan, walaupun efektifitasnya menurun sejalan dengan waktu. Rata-rata mortalitas pada introduksi hari pertama setelah penyemprotan berkisar antara 53-73 % dan pada introduksi hari keempat setelah penyemprotan berkisar antara 18-25 %. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/view/6466/7498
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro/article/downloadSuppFile/6466/238
dc.rights Copyright (c) 2018 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2527-4414
dc.source 0215-0824
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 191-198 en-US
dc.source Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat; Vol 28, No 2 (2017): BULETIN PENELITIAN TANAMAN REMPAH DAN OBAT; 191-198 id-ID
dc.subject en-US
dc.subject id-ID
dc.title Persistence of Botanical Insecticide Residue of Pyrethrum and Neem in Rice Plant en-US
dc.title PERSISTENSI RESIDU INSEKTISIDA NABATI PIRETRUM (Chrysanthemum cinerariaefolium) DAN MIMBA (Azadirachta indica) PADA TANAMAN PADI id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account