Show simple item record

dc.contributorBalai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanianen-US
dc.creatorWinarti, Christina
dc.creatorMiskiyah, nFN
dc.creatorMunarso, S Joni
dc.date2016-10-24
dc.date.accessioned2018-06-04T07:14:55Z
dc.date.available2018-06-04T07:14:55Z
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bpasca/article/view/5395
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/3442
dc.descriptionPatulin (4-hydroxy-4H-furo (3,2c) pyran-2(6H)-one) merupakan mikotoksin yang diproduksi sejumlah kapang yang terdapat pada buah dan produk olahan buah, terutama apel. Penelitian membuktikan bahwa patulin berpotensi menimbulkan efek negatif terhadap kesehatan, antara lain hyperaemia, pendarahan, peradangan dan pembengkakan saluran cerna. Pada dosis tinggi patulin bersifat karsinogenik, imunotoksik dan neurotoksik. Penelitian dilakukan untuk mengetahui kadar patulin pada buah apel segar maupun jus apel, baik jenis lokal maupun impor. Sejumlah sampel diambil secara acak untuk pengujian kadar patulinnya.Buah apel sebanyak 15 sampel (12 sampel jenis Manalagi dan 3 sampel jenis Rome beauty), sedangkan untuk apel impor yaitu jenis Fuji dan Washington sebanyak 8 sampel yang diperoleh dari pedagang buah dan supermarket. Untuk produk olahan apel terdiri atas 20 sampel jus apel produk lokal dan 5 merk jus impor, serta masing-masing 2 sampel makanan bayi dan cider apel. Pengujian kadar kontaminan patulin dilakukan dengan HPLC dan sebelumnya dilakukan identifikasi jenis kapang pada buah segar. Hasil pengujian menunjukkan pada apel lokal var Manalagi teridentifikasi kapang Penicillium sp., Aspergillus sp., dan Fusarium sp., sementara pada apel Fuji hanya ditemukan Penicillium sp, Aspergillus sp. Hasil pengujian kadar patulin diketahui bahwa 33,3 % sampel apel lokal yang diuji positif terdeteksi mengandung patulin, sedangkan pada apel impor 37,5% positif terdeteksi patulin. Dari 5 sampel buah apel lokal yang positif tersebut 1 sampel mempunyai kadar patulin >50 mg/kg. Hasil pengujian terhadap produk olahan apel menunjukkan bahwa 17,6% sari apel lokal positif terdeteksi adanya patulin, sedangkan untuk sari apel impor 60% positif terdeteksi patulin dengan kadar > 50 mg/l. Pada produk makanan bayi semua sampel yang diuji tidak terdeteksi adanya patulin, sedangkan pada sampel cider apel, terdapat satu sampel positif mengandung patulin.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBuletin Teknologi Pasca Panenen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bpasca/article/view/5395/4588
dc.rightsCopyright (c) 2016 Buletin Teknologi Pasca Panenen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.sourceBuletin Teknologi Pasca Panen; Vol 5, No 1 (2009): Buletin Teknologi Pascapanen Pertanian; 31-36en-US
dc.subjecten-US
dc.titleKontaminasi Patulin Pada Buah dan Produk Olahan Apelen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record