Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga di Provinsi Jawa Barat

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Miranti, Astari; Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Bogor 16002
dc.creator Syaukat, Yusman; Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Bogor 16002
dc.creator Harianto, nFN; Program Studi Ilmu Ekonomi Pertanian, Institut Pertanian Bogor Kampus Dramaga, Bogor 16002
dc.date 2016-05-01
dc.date.accessioned 2018-05-02T01:23:24Z
dc.date.available 2018-05-02T01:23:24Z
dc.date.issued 2016-05-01
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/6020
dc.identifier 10.21082/jae.v34n1.2016.67-80
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/267
dc.description EnglishFood issue, including food security issue, is a part of agriculture concern. One way to overcome the problems of food is to diversify household food consumption. How household decide their food consumption is depending on their food share allocation pattern and food demand. Objectives of this research are (1) to analyze household food share allocation pattern in West Java Province, and (2) to analyze household food demand in West Java Province. This research used secondary data, i.e. Susenas (National Socio-Economic Survey) in 2015. The study found that household income is still low. Most urban households consume cooked food and beverages, while most rural households consume grains. Changes in income and food prices will not significantly affect the household's demand for food because almost of all variables are basic commodities (inelastic goods) for households in West Java Province.IndonesiaPermasalahan pangan, termasuk isu ketahanan pangan, merupakan bagian dari permasalahan pertanian. Salah satu cara untuk mengatasi permasalahan pangan adalah dengan melakukan diversifikasi pangan. Konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh pola alokasi pengeluaran pangan dan permintaan pangan mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis pola alokasi pengeluaran pangan rumah tangga di Provinsi Jawa Barat dan (2) menganalisis elastisitas harga dan pendapatan rumah tangga di Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini menggunakan data sekunder, yaitu data Susenas tahun 2015. Penelitian ini menemukan bahwa pendapatan rumah tangga di Provinsi Jawa Barat masih rendah. Rumah tangga di perkotaan paling banyak mengeluarkan konsumsi pangan untuk kelompok makanan dan minuman jadi, sedangkan rumah tangga perdesaan pada kelompok padi-padian. Perubahan pendapatan dan harga pangan tidak memengaruhi permintaan pangan secara signifikan karena hampir semua variabel yang digunakan merupakan barang pokok (barang inelastis) bagi rumah tangga di Provinsi Jawa Barat. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/6020/6663
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/downloadSuppFile/6020/352
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/downloadSuppFile/6020/353
dc.rights Copyright (c) 2017 Jurnal Agro Ekonomi en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2541-1527
dc.source 0216-9053
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi; 67-80 en-US
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi; 67-80 id-ID
dc.title Pola Konsumsi Pangan Rumah Tangga di Provinsi Jawa Barat en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account