Hubungan Kompetensi Penyuluh dengan Karakteristik Pribadi, Persepsi Penyuluh terhadap Dukungan Kelembagaan dan Persepsi Penyuluh terhadap Sifat Inovasi Cyber Extensión

Show simple item record

dc.contributor id-ID
dc.creator Helmy, Zahron; Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Kementerian Pertanian Jakarta
dc.creator Sumardjo, nFN; Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, Bogor
dc.creator Purnaningsih, Ninuk
dc.creator Tjitropranoto, Prabowo
dc.date 2016-08-15
dc.date.accessioned 2018-05-02T01:23:24Z
dc.date.available 2018-05-02T01:23:24Z
dc.date.issued 2016-08-15
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/3999
dc.identifier 10.21082/jae.v31n1.2013.1-18
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/262
dc.description EnglishCyber extension may empower agricultural extension workers through preparation of timely and relevant agricultural information in supporting decision making process to deliver information to the farmers. Many factors affect use of information technology. This study aims to analyze correlation among the extension workers’ characteristics and perceptions towards institutional support with the extension workers’ perceptions of innovation nature and the extension workers’ competence in cyber extension use. The research uses the Spearman rank correlation (rs) for the analysis. Locations of study were carried out in the Regencies of Kuningan and Bekasi, West Java Province. Data were collected from October to December 2012.The results show that the extension workers’ competence in using cyber extension have significant correlation with the extension workers’ characteristic, i.e. age variable (rs = 0.114*). Perception on cyber extension innovation nature has a significant correlation with the extension workers’ perception on the institutional support (rs = 0.371**). Competence in using cyber extension has a significant correlation with the extension workers’ perceptions on institutional support (rs=0.19**). It is necessary to conduct some activities, i.e., mapping of agricultural extension workers’ ability, designing cyber extension training for agricultural extension workers, implementing the field days for cyber extension utilization in Agricultural Extension Centers in regency level, building networks, and improving infrastructure of cyber extension facilities.IndonesianCyber extension dapat meningkatkan keberdayaan penyuluh melalui penyiapan informasi pertanian yang tepat waktu, dan relevan dalam mendukung proses pengambilan keputusan penyuluh, guna penyampaian data dan informasi pertanian kepada petani dan kelompok taninya. Permasalahannya adalah banyak faktor yang memengaruhi dalam pemanfaatan teknologi informasi tersebut, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik penyuluh, persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan dengan persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension dan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extensión. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mencari hubungan antar peubah, dengan metode sensus menggunakan korelasi Rank Spearman (rs). Lokasi penelitian Kabupaten Kuningan dan Bekasi, Provinsi Jawa Barat, dan waktu penelitian dilaksanakan bulan Oktober sampai Desember 2012. Hasil penelitian menunjukkan hubungan nyata kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension dengan karakteristik penyuluh melalui indikator umur (rs= 0,114*). Persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension mempunyai hubungan nyata dengan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan sebesar (rs= 0,371**). Kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension mempunyai hubungan nyata dengan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan sebesar (rs= 0,19**). Kesimpulan adalah terdapat hubungan nyata antara karakteristik penyuluh dan persepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagaan dengan persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi cyber extension, dan terdapat hubungan nyata antara persepsi penyuluh terhadap sifat inovasi dengan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyberextension. Terdapat hubungan nyata antara karakteristik penyuluh dan pesepsi penyuluh terhadap dukungan kelembagan dengan kompetensi penyuluh dalam pemanfaatan cyber extension. Saran adalah membuat klasifikasi atau pemetaan terhadap kemampuan penyuluh, merancang pelatihan, membuka hari lapangan pemanfaatan cyber extension di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan, membangun jejaring kerjasama, dan meningkatkan fasilitasi sarana prasarana cyber extension. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/3999/3334
dc.rights Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2541-1527
dc.source 0216-9053
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi; 1-18 en-US
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi; 1-18 id-ID
dc.title Hubungan Kompetensi Penyuluh dengan Karakteristik Pribadi, Persepsi Penyuluh terhadap Dukungan Kelembagaan dan Persepsi Penyuluh terhadap Sifat Inovasi Cyber Extensión id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account