Optimasi Alokasi Produksi untuk Pasar Ekspor Teh Indonesia

Show simple item record

dc.contributor id-ID
dc.creator Suprihatini, Rohayati; Asosiasi Penelitian Perkebunan Indonesia
dc.date 2016-09-29
dc.date.accessioned 2018-05-02T01:23:10Z
dc.date.available 2018-05-02T01:23:10Z
dc.date.issued 2016-09-29
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4852
dc.identifier 10.21082/jae.v18n2.1999.23-37
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/210
dc.description EnglishIndonesian tea estate industry has faced the problem of deminishing the profit margin. The aggregate of the profit margin still has an opportunity to be increased such as by optimalizing production allocation for marketing of Indonesian tea. The aims of this research was to find the solution of that optimalization. The approach used was linear programming method. The results show that the optimal solution will increase the profit of national tea industry by US$ 1,826,155, or 16,5 percent of previous profit. The allocation production to Russia, United Kingdom, and Dutch should be increased. On the other hand, the allocation for Pakistan, USA, and domestic market should be decreased. To ease in implementing of this solution, the Marketing Joint Office (MJO) as the only one tea auction in Indonesia should actively invite more buyer candidates from Russia, United Kingdom, and Dutch.IndonesianIndustri perkebunan teh Indonesia masih menghadapi masalah semakin menurunnya marjin keuntungan. Marjin keuntungan agregat masih berpeluang untuk ditingkatkan antara lain melalui upaya optimasi alokasi produksi untuk pasar teh Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan solusi optimal tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan linear programming. Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan optimasi akan meningkatkan keuntungan total industri perkebunan teh nasional sebesar 1.826.155 dollar AS, atau 16,5 persen dari keuntungan semula. Alokasi produksi ke pasar Rusia, Inggris, dan Belanda perlu ditingkatkan. Di lain pihak, alokasi produksi ke pasar Pakistan, Amerika Serikat, dan pasar dalam negeri perlu dikurangi. Agar upaya optimasi tersebut mudah direalisasikan, maka pihak Kantor Pemasaran Bersama (KPB) sebagai lembaga penyelenggara lelang teh satu-satunya di Indonesia perlu aktif mengundang lebih banyak calon pembeli dari Rusia, Inggris, dan Belanda. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jae/article/view/4852/4101
dc.rights Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2541-1527
dc.source 0216-9053
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi; 23-37 en-US
dc.source Jurnal Agro Ekonomi; Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi; 23-37 id-ID
dc.title Optimasi Alokasi Produksi untuk Pasar Ekspor Teh Indonesia id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account