Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorTrisnawati, W.; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali Jln Bay Pass Ngurah Rai PO Box 3480 Denpasar, Bali
dc.creator;, Rubiyo; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali Jln Bay Pass Ngurah Rai PO Box 3480 Denpasar, Bali
dc.date2014-08-11
dc.date.accessioned2018-05-25T02:14:00Z
dc.date.available2018-05-25T02:14:00Z
dc.date.issued2014-08-11
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1501
dc.identifier10.21082/jpptp.v7n1.2004.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1978
dc.descriptionBali Salacca (snake’s skin fruit) (Salacca edulis Reinw) is one of the exotic fruits. The fruit is easilydamaged if it is not properly handled since harvesting up to marketing. It is possible to lengthen its shelf-life throughappropriately post harvest and packaging handling. The research was carried out in Telaga village, Sibetan Subdistrict,Karangasem District on August 2001. The fruits, either detached from or still attached with their bunch, were packedinside wrapping-paper and bamboo boxes (besek). Fruits storage lasted for 15 days and observations were conductedon 3rd , 6th , 9th , 12th , and 15th days. Results of analysis of variance showed that contents of vitamin C, total acid, pH andtotal soluble solid (TSS) were significantly different (P<0.1). The longer the storage the less the contents of vitamin Cand total acid, and the greater the contents of water and starch would be. Organoleptic tests on aroma and sweetnesswere weak to fairly strong up to 6th day. Texture and taste preference tests were dislike to common. Bamboo box gavethe best result in which it can maintain fruits freshness until 12th day and scoring showed from dislike to common.Key words : snake’s skin fruit, packaging, storage, organoleptic test Buah salak (Salaca edulis Reinw) termasuk salah satu jenis buah-buahan tropis yang merupakan komoditasyang mudah rusak bila tidak ditangani secara hati-hati mulai dari saat panen sampai buah tersebut siap dipasarkan.Untuk menghindari kerusakan ini dapat diupayakan dengan cara penanganan pasca panen dan pengemasan yang dapatmemperpanjang masa simpan buah. Penelitian ini dilakukan di Dusun Telaga Kecamatan Sibetan KabupatenKarangasem pada bulan Agustus 2001. Pengemasan buah dengan menggunakan karton ataupun besek dalam bentuksalak pipil atau tandan diharapkan dapat memperpanjang masa simpan buah. Penyimpanan dilakukan selama 15 haridengan pengamatan pada hari ke-3, 6, 9, 12 dan 15. Hasil sidik ragam kadar vitamin C, total asam, pH dan TPT (totalpadatan terlarut) menunjukkan perbedaan yang nyata (P<0,1). Semakin lama penyimpanan terjadi penurunan kadarvitamin C, total asam sedangkan kadar air semakin meningkat dan kadar pati turun. Penilaian organoleptik terhadaparoma, rasa manis adalah lemah sampai agak kuat pada penyimpanan selama 6 hari. Penilaian tekstur dan kesukaanrasa dari tidak suka sampai biasa. Penggunaan wadah besek dalam bentuk tandan memberikan hasil yang terbaikdimana mampu mempertahankan kesegaran buah selama 12 hari dan penilaian panelis dari tidak suka sampai biasa.Kata kunci : salak, kemasan, penyimpanan, uji organoleptiken-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1501/1280
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 7, No 1 (2004): Januari 2004en-US
dc.titlePENGARUH PENGGUNAAN KEMASAN DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP MUTU BUAH SALAK BALIen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record