Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorNurida, Neneng Laela; Balai Penelitian Tanah Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor 16114, Jawa Barat,
dc.creatorSutono, nFN; Balai Penelitian Tanah Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor 16114, Jawa Barat,
dc.creatorMuchtar, nFN; Balai Penelitian Tanah Jl. Tentara Pelajar No. 12, Cimanggu, Bogor 16114, Jawa Barat,
dc.date2017-03-01
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:58Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:58Z
dc.date.issued2017-03-01
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/7862
dc.identifier10.21082/jpptp.v20n1.2017.p69-80
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1954
dc.descriptionUtilization of Biochar of Cocoa Shell and Rice Husk to Increase Rice Productivity in Ultisol Lampung. Biochar application as soil amendment is technology for soil and crop productivity improvement in acid soil. The main problem of acid soil including in paddy field is high concentration of Al3+ that inhibit crops growth causing low crop production. The objective of this study was to evaluate the effects of cocoa shell and rice husk biochar on paddyfield productivity and soil chemical properties. The study was conducted at Agricultural Research Station of Tamanbogo, East Lampung on June-September 2012 (planting season 1), January-April 2013 (planting season 2) and December 2013-March 2014 (planting season 3). The experimental design was split plot design, which the main plotswere two types of biochar (cacao shell and rice husk), the sub plots were biochar rates 0.5 t/ha (control), 5 t/ha and 15 t/ha with five replications. The parameters measured were paddy growth, yield and soil chemical properties (soil pH,C organic, N total, available P, K total, and Al3+ ). The result showed that biochar could affect weight of rice straw andrice yield at the second and third planting season, while biochar rates could affect crop growth and yield of rice at three planting. The effect of cacao shell and rice husk biochar application with the rate of 15 t/ha could up to three planting seasons without any biochar addition in following two consecutives year, whereas addition biochar 5 t/ha wasless effective. The cacao shell biochar was more effective in increasing crop growth and yield than rice husk biochar,as seen on dry grain rice yield, i.e. 3.58 t/ha (PS1) and 5.06 t/ha (PS III). During two planting seasons, both biochar at the rate of 15 t/ha were sufficient to improve soil chemical properties. Cacao shell biochar with the rate of 15 t/ha had better effect in improving soil chemical properties significantly in term of soil pH, available P, and total K content and decreasing aluminum content than rice husk biochar especially at second planting season. lowland, biochar, rice, Ultisol, LampungABSTRAKAplikasi biochar sebagai pembenah tanah merupakan salah satu teknologi untuk memperbaiki produktivitas tanah dan tanaman pada lahan masam. Permasalahan utama pada lahan masam adalah tingginya konsentrasi Fe3+ yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman sehingga menyebabkan rendahnya produksi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian biochar kulit buah kakao dan sekam padi serta takarannya terhadap peningkatan sifat kimia tanah dan produktivitas padi sawah di Ultisol Lampung. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah di Kebun Percobaan Taman Bogo, Lampung selama tiga musim tanam yaitu bulan Juni-September 2012 (musim tanam pertama), bulan Januari-April 2013 (musim tanam kedua) dan Desember 2013 - Maret 2014 (musim tanam ketiga). Percobaan disusun dalam rancangan kelompok petak terpisah, sebagai petak utama terdiri dari biochar kulit buah kakao dan biochar sekam padi, sedangkan sebagai anak petak adalah takaran biochar yaitu tanpa biochar (kontrol 0 t/ha), 5 t/ha dan 15 t/ha, dengan 5 kali ulangan. Parameter yang diamati meliputi pertumbuhan dan hasil padi, sifat kimia tanah (pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-total dan Al3+ ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa  jenis biochar hanya berpengaruh nyata terhadap berat jerami kering dan hasil gabah pada musim tanaman kedua dan ketiga, sedangkan takaran biochar berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil padi pada ke tiga musim tanam. Pengaruh pemberian biochar kulit buah kakao dan sekam padi 15 t/ha mampu bertahan sampai tiga musim tanam dilihat dari pertumbuhan dan hasil padi sawah, sedangkan pemberian biochar 5 t/ha bertahan satu musim saja. Efektivitas biochar kulit buah kakao dalam mendukung pertumbuhan dan hasil tanaman lebih tinggi dibandingkan sekam padi terlihat dari hasil gabah kering panen sebesar 3,58 t/ha (MT II) dan 5,06 t/ha (MT III). Selama dua musim tanam pemberian biochar kulit buah kakao sebanyak 15 t/ha juga mampu meningkatkan pH tanah, P tersedia, dan kandungan K tetapi menurunkan kandungan aluminium melebihi biochar sekam padi terutama pada musim tanam kedua.produktivitas, padi sawah, biochar, Ultisolen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/7862/6780
dc.rightsCopyright (c) 2017 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 20, No 1 (2017): Maret 2017; 69-80en-US
dc.titlePEMANFAATAN BIOCHAR KULIT BUAH KAKAO DAN SEKAM PADI UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI ULTISOL LAMPUNGen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record