Show simple item record

dc.contributorid-ID
dc.creatorsutardi, nFN; BPTP Yogyakarta
dc.creatorWirasti, Cristina Astri; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta
dc.date2017-07-10
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:36Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:36Z
dc.date.issued2017-07-10
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/8775
dc.identifier10.21082/jpptp.v20n2.2017.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1888
dc.descriptionABSTRACT Chili Farming System on Sandy Soil in Yogyakarta.  Low productivity of chili in Yogyakarta was caused by low quality of seeds, unavailability of suitable technology package, lock of institutional support small scale of the farming system and the disease caused by Gemini virus. Potential of sandy soil area of ± 3,300 ha is located along the south coast of Kulon Progo Regency and Bantul Regency. The objective of this research analysis of feasiability package of varieties of red chili varieties Kencana and Helix specific location of sandy soil that to be developed.  The research was conducted at the farmer field in Bugel II village, Panjatan subdistrict, Kulon Progo district, Yogyakarta from March to August 2015.The Rondomize Complete Block Design experimental design was used in this trial.  The Treatment of technology, that were innovation technology of introduction by BPTP Yogyakarta and farmer's way is repeated 20 times with 6 sample plants from each replication. The area of the plot corresponds to the land area of the farmer 500 m2. Data analysis was performed on growth, production, t test, and farming and socioeconomic income with B/C, R/C, MBCR and descriptive statistic. The results showed that the technology package was adopted up to 80% by the cooperators and 50% by noncooperators.  Productivity of variety Kencana  by the cooperators was 4.0 t/ha, within come and R/C were Rp20,979,500 and 1.15, respectively, and MBCR 1.96 times the value-added.  Meanwhile, productivity of variety Helix by the cooperators reached 8.068 t/ha by the same cooperators, resulted in income up to Rp120,666,500 with R/C 2.26 and MBCR 5.89 times the value-added. The availability of superior chili varieties supported by techological introductio mekes in the sandy soil potential comodity to be developed. Therefore, guidance of implemention and intensive assistance need to be prepared.chili, farming system, technology adoption, sandy soil ABSTRAK Rendahnya produktivitas cabai merah di Yogyakarta antara lain disebabkan penggunaan benih yang tidak bermutu, tidak tersedianya paket teknologi spesifik lokasi, lemahnya dukungan kelembagaan, dan skala usahatani yang kecil serta penyakit virus gemini. Potensi lahan pasir cukup luas ±3.300 ha terdapat di sepanjang pantai selatan Kabupaten Kulon Progo dan Bantul. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis kelayakan paket teknologi usahatani cabai merah varietas Kencana dan Helix spesifik lokasi pada lahan pasir pantai layak untuk dikembangkan. Pengkajian dilaksanakan di Desa Bugel II, Kecamatan Panjatan, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta pada bulan Maret-Agustus 2015.  Pengkajian menggunakan faktor tunggal dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (Rondomize Complete Block Design). Perlakuan berupa dua paket teknologi, yaitu teknologi inovasi Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta dan cara petani diulang 20 kali dengan luas plot sesuai dengan luas kepemilikan lahan petani 500 m2. Analisis data dilakukan terhadap keragaan pertumbuhan, produksi, dengan menggunakan uji t, dan pendapatan usahatani dan sosial ekonomi dengan pendekatan  B/C, R/C, MBCR dan statistik deskriptif.  Hasil pengkajian menunjukkan bahwa respon petani koperator terhadap paket teknologi usahatani cabai merah dengan teknologi introduksi sebesar >80% sedangkan petani non koperator hanya 50%.  Produksi cabai merah varietas Kencana dan Helix paket teknologi  introduksi untuk setiap hektar mencapai 3,621 t dengan keuntungan bersih Rp20.976.500 atau R/C 1,15 dan MBCR 1,96; sedang varietas Helix mencapai 8,068 t/ha dengan keuntungan Rp120.666.500/ha atau R/C 2,26 dan MBCR 5,89. Sementara dengan menggunakan teknologi yang dilakukan oleh petani, produksi cabai merah varietas Helix hanya 4,842 t/ha dan varietas Kencana 1,475 t/ha dengan keuntungan bersih Rp37.248.500 dan Rp.41.447.500. Dengan tersedianya varietas unggul cabai merah dan paket tekologi introduksi maka cabai merah dapat dikembangkan pada lahan pasir, dalam implementasinya diperlukan pendampingan secara intensif.cabai merah, sistem usahatani, adopsi teknologi, lahan pasirid-ID
dc.formatapplication/pdf
dc.languageind
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/8775/7757
dc.rightsCopyright (c) 2018 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 20, No 2 (2017): Juli 2017; 125-139en-US
dc.titleSISTEM USAHATANI CABAI MERAH PADA LAHAN PASIR DI YOGYAKARTAid-ID
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record