Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSahara, Dewi; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara Jalan Prof. Muh. Yantin No 89 Puwatu — Kendari„Sulawesi Tenggara
dc.creatorAlam, Nur; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara Jalan Prof. Muh. Yantin No 89 Puwatu — Kendari„Sulawesi Tenggara
dc.creator;, Idris; Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulawesi Tenggara Jalan Prof. Muh. Yantin No 89 Puwatu — Kendari„Sulawesi Tenggara
dc.date2014-08-05
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:33Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:33Z
dc.date.issued2014-08-05
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1460
dc.identifier10.21082/jpptp.v10n2.2007.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1858
dc.descriptionThe research had been conducted in Langgomea Village, Konawe District, from June to December 2005. This research used a survey method and aimed to know the technology performance, expense structures and farming system income of upland rice farming system. The data, technology application, productivity, and farming system income were collected from filled questionnaires from 35 respondents. The results showed that the variety of technology application had been close to recommended technology as shown by a production of 4.68 ton/ha. On the basis of yield price Rp.1.350,-/kg, the farmers income can reached Rp.3.519.000,- with RCR 2.28 which means that the farming system was financially feasible. However, rice farming system is not sensitive to the change of production input price and decreasing price of paddy up to 15% though the farmers' profitability obtained by farmers declines. Key words: upland rice, break event point, sensitivity, irrigation land   Penelitian bertujuan untuk melihat keragaan teknologi, struktur biaya dan penerimaan usahatani padi sawah di lahan irigasi telah dilakukan di Desa Langgomea, Kecamatan Uepai, Kabupaten Konawe, dari bulan Juni sampai Desember 2005 dengan menggunakan metode survei. Pengumpulan data dilakukan dengan panduan kuisioner terhadap 35 responden yang meliputi penerapan teknologi, produktivitas dan pendapatan usahatani. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif Hasil penelitian menunjukkan bahwa keragaan penerapan teknologi di tingkat petani sudah mendekati teknologi yang dianjurkan sehingga produksi diperoleh sebanyak 4,68 ton/ha. Proporsi biaya tertinggi pada tenaga kerja luar keluarga yang mencapai 54,10% dari total biaya. Dengan harga gabah kering panen (GKP) sebesar Rp.1.350/kg maka pendapatan yang diterima petani sebesar Rp.3.519.000 dengan RCR 2,28 sehingga usahatani layak secara finansial. Usahatani padi sawah tidak peka terhadap perubahan kenaikan harga sarana produksi dan penurunan harga gabah hingga 15%, namun tingkat keuntungan yang diperoleh semakin menurun.Kata kunci: padi sawah, titik impas, sensitivitas, lahan irigasien-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/1460/1241
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 10, No 2 (2007): Juli 2007en-US
dc.titleANALISIS TITIK IMPAS DAN SENSITIVITAS TERHADAP KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI PADI SAWAHen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record