Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSahara, Dewi Sahara
dc.creatorOelviani, Reni
dc.creatorKurnia, Ratih
dc.date2017-01-11
dc.date.accessioned2018-05-25T02:13:29Z
dc.date.available2018-05-25T02:13:29Z
dc.date.issued2017-01-11
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/5911
dc.identifier10.21082/jpptp.v19n2.2016.p85-92
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1825
dc.descriptionABSTRAK abstThe decline of harvested area and production of soybean in Grobogan District in period 2009 – 2013 were 10.48% and 5.12% per year, respectivelly. It was alleged related to the uncompetitive price of soybean at the farm level. This research aimed 1) to reveal the use and price of production input at the farm level and 2) to analyze the inputs price to the profit of soybean farming system. The research was conducted in Pulokulon District (Tuko and Sembungharjo Villages) and Gabus District (Gabus and Tlogo Tirto Villages) with survey method to 40 respondents from March to August 2014. The collected data were input and output of farming system, i.e land area, price of fertilizers, price of pesticides, wage of labor and price of soybean.  The data was analyzed using profit function. The result showing the production inputs that significantly affected the profit were the prices of fertilizers (Urea and Phonska), other costs and plantation areas; therefore, to develop soybean plants and increase the farming profits, it requires price guarantee of fertilizers and soybean and the introduction of soybean farming system technologies. ABSTRAKPenurunan luas panen dan produksi kedelai di Kabupaten Grobogan pada rentang waktu 2009 –2013 adalah 10,48% per tahun dan 5,12% per tahun. Penurunan tersebut diduga terkait dengan harga kedelai di tingkat petani yang kurang kompetitif. Penelitian bertujuan 1) mengungkapkan penggunaan dan harga input produksi di tingkat petani dan 2) menganalisis harga input produksi terhadap keuntungan usahatani kedelai. Penelitian dilakukan di Kecamatan Pulokulon (Desa Tuko dan Sembungharjo) dan Kecamatan Gabus (Desa Gabus dan Tlogo Tirto) Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Pengkajian bersifat survei melibatkan 40 petani responden pada bulan Maret –Agustus 2014. Data yang dikumpulkan mencakup data input dan output usahatani, yaitu luas lahan, harga pupuk, pestisida, upah tenaga kerja, dan harga kedelai. Analisis data menggunakan fungsi keuntungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa harga input produksi yang berpengaruh nyata terhadap keuntungan kedelai adalah harga pupuk Urea, pupuk Phonska, biaya lainnya, dan luas tanam. Dengan demikian, untuk mengembangkan tanaman kedelai danmeningkatkan keuntungan usahatani diperlukan adanya jaminan harga pupuk dan kedelai serta introduksi teknologi usahatani kedelai.Kata kunci: fungsi keuntungan, kedelai, input, outputen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBalai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jpengkajian/article/view/5911/5129
dc.rightsCopyright (c) 2017 Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2528-0791
dc.source1410-959X
dc.sourceJurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian; Vol 19, No 2 (2016): Juli 2016; 85-92en-US
dc.titleANALISIS FUNGSI KEUNTUNGAN PADA USAHATANI KEDELAI DI KABUPATEN GROBOGAN, JAWA TENGAHen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record