20. Penerapan Sistem Tanam dan Pemupukan N untuk Menekan Serangan Penggerek Batang Padi dan Penyakit Hawar Daun Bakteri di Gorontalo

Abstract
Populasi tanaman dan keadaan iklim mikro sebagai konsekwensi aplikasi sistem tanam serta dosis pupuk N sangat mempengaruhi serangan hama maupun penyakit. Dengan demikian maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sistem tanam dan dosis pupuk yang paling baik dalam menekann serangan hama penggerek batang padi dan penyakit hawar daun bakteri. Penelitian dilakukan di Kabupaten Gorontalo bulan Maret sampai Juni 2012, merupakan percobaan Split Plot 3 x 3 x 3 yang ditata dengan pola RAK dimana 3 sistem tanam sebagai petak utama (legowo 2:1(L1), legowo 3:1 (L2), dan legowo 4:1 (L3)) dan 3 kombinasi dosis pemupukan N sebagai anak petak (P1 180 ponska dan 190 Urea; P2 300 Posnka dan 225 Urea; P3 325 Ponska dan 275 Urea). Variabel yang diamati meliputi awal munculnya gejala dan intensitas serangan sundep, beluk dan hawar daun bakteri. Data dianalisis dengan ANOVA dengan uji lanjut menggunakan LSD pada taraf 5% menggunakan software SAS, Hasil analisis menunjukkan bahwa Sistem tanam dan Dosis pemupukan N berpengaruh secara sendiri-sendiri baik terhadap kecepatan munculnya gejala dan intensitas serangan hama penggerek batang dan serangan hawar daun bakteri . Gejala serangan hama penggerek batang muncul bersamaan pada minggu 2 mst sedang gejala penyakit hawar daun bakteri muncul paling cepat pada dosis pupuk N tertinggi (325 kg Ponska dan 275 kg urea). Intensitas serangan hama penggerek batang dan hawar daun bakteri paling rendah pada sistem tanam jajar legowo 4:1 dan dosis pupuk N terendah (180 kg ponska dan 190 kg Urea ).
Description
11 hlm.; 4 tabel
Keywords
PADI, PENGGEREK BATANG PADI, HAWAR DAUN BAKTERI, PUPUK N, JAJAR LEGOWO
Citation