Show simple item record

dc.contributorPuslitbangbunen-US
dc.creatorSOENARSIH DAS, SRI; Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Khairun Ternate Kampus 2, Kelurahan Gambesi. Ternate, Maluku Utara
dc.creatorSUDARSONO, SUDARSONO; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
dc.creatorDJOEFRIE, H.M.H. BINTORO; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
dc.creatorWAHYU E.K, YUDIWANTI; Departemen Agronomi dan Hortikultura, Faperta IPB, Jl. Meranti, Kampus IPB Darmaga, Bogor 16680, Indonesia
dc.date2012-03-02
dc.date.accessioned2018-05-24T01:41:18Z
dc.date.available2018-05-24T01:41:18Z
dc.date.issued2012-03-02
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2138
dc.identifier10.21082/littri.v18n1.2012.1 - 9
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1722
dc.descriptionABSTRAKPala merupakan tanaman asli Indonesia dan informasi keragaman-nya masih terbatas. Keragaman spesies dan varietas pala penting untuk dievaluasi sebagai dasar tindakan konservasi. Keragaman varietas danspesies pala dapat dievaluasi dengan mengamati keragaman morfologi dan fenotipe di lapangan. Penelitian yang dilakukan bertujuan mengevaluasi keragaman fenotipik di antara aksesi pala dan mengevaluasi pengelompokan intra dan inter spesies pala dari Maluku Utara. Populasi pohon pala yang berumur minimal 15 tahun dari Tidore dan Patani, Halmahera Tengah, Maluku Utara digunakan dalam penelitian. Aksesi yang digunakan terdiri atas spesies Myristica fragrans, Myristica fatua, Myristica argentea, Myristica succedane, dan sejumlah aksesi yang tidak diketahui nama spesiesnya. Hasil evaluasi menunjukkan aksesi pala dari Patani dan Tidore menunjukkan variasi yang tinggi dalam bentuk buah, warna buah tua, dan bentuk biji. Hanya aksesi pala asal Tidore yang menunjukkan variasi dalam bobot fuli. Dendogram yang dibuat berdasarkan karakter fenotipe menjelaskan aksesi pala yang dianalisis ke dalam empat kelompok pada indeks kesamaan 70%. Kelompok pertama terdiri atas dua aksesi M. fatua dan satu aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. fragrans. Kelompok kedua terdiri atas dua aksesi M. argentea dan dua aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Tidore serta satu aksesi M. succedanea dari Patani. Kelompok ketiga terdiri atas tiga aksesi M. argentea dan enam aksesi pala yang tidak diketahui spesiesnya dari Patani. Kelompok keempat terdiri atas dua aksesi M. fragrans dari Tidore.Kata kunci : Myristica spp., keragaman fenotipik, spesies pala, analisispengelompokan, hubungan kekerabatanABSTRACTNutmeg is native to Indonesia and information about its diversitiesare limited. Species and varietal diversities are important to be evaluatedfor conservation purposes of this crop. Nutmeg species and varietaldiversities could be assessed by observing morphological and phenotypicvariabilities in the field. The objectives of this research were to assessphenotypic variabilities among nutmeg accessions of North Moluccas andevaluate intra and inter specific clustering of nutmeg accessions in theregions. At least fifteen years old provenances of nutmeg population atTidore and Patani, Central Halmahera, North Moluccas were used in thisexperiment. The accessions consisted of Myristica fragrans, Myristicafatua, Myristica argentea, Myristica succedane, and a number of unknownnutmeg species. Nutmeg accessions from Patani and Tidore showed widevariabilities in fruit shape, mature fruit color, and seed shape. While onlynutmeg accessions from Tidore showed variabilities in mace weight.Dendogram constructed based on phenotypic character grouped thenutmeg accessions into four groups at 70% similarity index. The firstgroup consisted of two accessions M. fatua and one unknown nutmegspecies from Tidore and M. fragrans from Patani. The second groupconsisted of two accessions of M. argentea and two unknown nutmegspecies from Tidore and one accessions of M. succedanea from Patani.The third group consisted of only M. argentea and six unknown nutmegspecies from Patani. The fourth group consisted of two M. fragransassessions from Tidore.Key words : Phenotypic diversity, nutmeg species, clustering analysis,kinship relationships, Indonesian nutmegen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherPusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunanen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jptip/article/view/2138/1867
dc.source2528-6870
dc.source0853-8212
dc.sourceJurnal Penelitian Tanaman Industri; Vol 18, No 1 (2012): Maret 2012; 1-9en-US
dc.titleKERAGAMAN SPESIES PALA (Myristica spp.) MALUKU UTARA BERDASARKAN PENANDA MORFOLOGI DAN AGRONOMIen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

FilesSizeFormatView

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record