Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorPamungkas, Fitra Aji; Balai Penelitian Ternak
dc.creatorKrisnan, Rantan; Balai Penelitian Ternak
dc.date2017-12-28
dc.date.accessioned2018-05-02T06:45:39Z
dc.date.available2018-05-02T06:45:39Z
dc.date.issued2017-12-28
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jppp/article/view/7438
dc.identifier10.21082/jp3.v36n1.2017.p21-27
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1142
dc.descriptionThe extenders commonly used for cryopreservation of spermatozoa are based on animal products such as egg yolk. Egg yolk contains cholesterol, phospholipid and low density protein which prevent the formation of ice crystals and protect the integrity of plasma membrane during cryopreservation process. Furthermore, egg yolk increased the risk of microbial contamination and related to the possible transmission of zoonotic agents. Soybeans are the products of vegetable protein is often used as an emulsifier in the production of food for humans and serves as a protection from the cold shock as well as low density protein in egg yolk. Several studies reported that soybean extenders for cryopreservation of spermatozoa produce the same quality or even better than the egg yolk based extenders and the optimal concentration of soy bean in the extenders forcryopreservation of spermatozoa at 0.8-1.5%.Key words : Soy bean, egg yolk, extender, cryopreservation, spermatozoaABSTRAKBahan pengencer yang biasa digunakan untuk kriopreservasispermatozoa didasarkan pada produk hewani seperti kuning telur. Kuning telur mengandung kolesterol, fosfolipid dan low density proteinyang dapat mencegah pembentukan kristal es sehingga melindungi integritas membran plasma terhadap kejutan dingin selama proses kriopreservasi. Namun penggunaan kuning telur menimbulkan kekhawatiran terutamapotensi peningkatan kontaminasi mikroba dan agen penularan zoonosis. Kacang kedelai merupakan produk protein nabati yang sering digunakan sebagai pengemulsi dalam produksi makanan untuk manusia dan berfungsi sebagai pelindung dari kejutan dingin sama halnya low density lipoproteinpada kuning telur. Beberapa hasil penelitian melaporkan bahwa bahan pengencer kacang kedelaiuntuk kriopreservasi spermatozoa menghasilkan kualitas yang sama atau bahkan lebih bagus dibandingkan dengan bahan pengencer berbasis kuning telur dan konsentrasi kacang kedelai yang optimal pada bahan pengencer untuk kriopreservasispermatozoa sebesar 0,8-1,5%.Kata kunci: Kacang kedelai, kuning telur, pengencer, kriopreservasi, spermatozoaen-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherBadan Penelitian dan Pengembangan Pertanianen-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jppp/article/view/7438/6837
dc.rightsCopyright (c) 2017 Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanianen-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0en-US
dc.source2541-0822
dc.source0216-4418
dc.sourceJurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian; Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017; 21-27en-US
dc.titlePemanfaatan Sari Kedelai Sebagai Bahan Pengencer Pengganti Kuning Telur Untuk Kriopreservasi Spermatozoa Hewanen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record