Tingkat Resistensi Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae) pada Tanaman Kakao terhadap Tiga Golongan Insektisida Sintetis

Show simple item record

dc.contributor Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) id-ID
dc.contributor Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat en-US
dc.creator Utami, Aidha; Bogor Agricultural University
dc.creator Dadang, Dadang
dc.creator Nurmansyah, Ali
dc.creator Laba, I Wayan
dc.date 2017-07-30
dc.date.accessioned 2020-11-06T02:48:15Z
dc.date.available 2020-11-06T02:48:15Z
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultri/article/view/7670
dc.identifier 10.21082/jtidp.v4n2.2017.p89-98
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/11062
dc.description Pada tanaman kakao di Indonesia, Helopeltis antonii Signoret merupakan salah satu hama utama yang dapat menurunkan produksi sebesar 60%. Selama ini petani melakukan tindakan pengendalian menggunakan insektisida sintetis. Namun penggunaan insektisida dengan dosis yang tidak tepat dapat mendorong terjadinya resistensi. Tujuan penelitian adalah menentukan tingkat resistensi H. antonii terhadap tiga golongan insektisida sintetis. Penelitian dilaksanakan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Bogor. Pengambilan populasi lapangan dan wawancara penggunaan insektisida dilaksanakan di kebun kakao daerah Bogor, Ciamis, dan Sukabumi, Jawa Barat mulai bulan Agustus 2016 sampai Juni 2017. Serangga yang digunakan adalah nimfa instar 3 yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu populasi laboratorium dan populasi lapangan. Insektisida yang digunakan berbahan aktif klorpirifos (organofosfat), lamda sihalotrin (piretroid), dan tiametoksam (neonikotinoid). Buah mentimun digunakan sebagai pakan pengganti perbanyakan serangga uji H. antonii. Pengujian dilakukan menggunakan lima tingkat konsentrasi insektisida yang ditentukan berdasarkan hasil uji pendahuluan. Hubungan antara konsentrasi insektisida dan mortalitas serangga uji diolah dengan analisis probit. Hasil wawancara menunjukkan insektisida yang banyak digunakan oleh petani kakao adalah golongan piretroid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi lapangan H. antonii asal Bogor dan Ciamis telah resisten terhadap lamda sihalotrin dengan nisbah resistensi (NR) masing-masing 4,2 dan 10,8, sedangkan populasi asal Sukabumi mempunyai nilai NR 1,2. Semua populasi lapangan H. antonii menunjukkan indikasi resistensi terhadap tiametoksam dengan nilai NR 1,8–3,1. Indikasi resistensi terhadap klorpirifos hanya ditunjukkan pada populasi asal Bogor (NR 1,5). id-ID
dc.description In Indonesia, Helopeltis antonii Signoret is one damaging pest in cacao plant which may cause 60% production loss. Farmers have been using synthetic insecticides to control it.   However, insecticides use with inappropriate dose  can lead to resistance. The research aimed to determine the resistance level of H. antonii against three types of insecticides. The research was conducted at Green House of Indonesian Spice and Medicinal Crops Research Institute, Bogor. Collection of field population and interview of insecticides use was conducted at cacao plantation in Bogor, Ciamis, and Sukabumi, West Java from August 2016 to June 2017. The insect used was 3rd instar which divided into two groups, laboratory and field populations. Insecticides used contained active ingredients of chlorpyrifos (organophosphate), lambda-cyhalothrin (pyrethroid), and thiamethoxam (neonicotinoid). Cucumber was used as feed substitute for the multiplication of H. antonii test. The experiment was performed using five insecticide concentrations determined by preliminary test result. The relationships between insecticide concentration and insect mortality was analyzed by probit program. The interviews indicated that the insecticides widely used by farmers are pyrethroid type. The result demonstrated that field population of H. antonii from Bogor and Ciamis were resistant to lambda-cyhalothrin with resistance ratio (RR) of 4.2 and 10.8, respectively, whereas population from Sukabumi had RR value of 1.2. All field population of H. antonii showed resistance indication against thiamethoxam with RR ranged from 1.8 to 3.1. Resistance indication to chlorpyrifos was only shown by population from Bogor (RR 1.5). en-US
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultri/article/view/7670/6887
dc.rights Copyright (c) 2017 Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; 89-98 en-US
dc.source Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; Vol 4, No 2 (2017): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; 89-98 id-ID
dc.source 2528-7222
dc.source 2356-1297
dc.subject Insektisida sintetis, neonikotinoid; organofosfat; piretroid; resistensi insektisida id-ID
dc.subject id-ID
dc.subject Insecticide resistance; neonicotinoid; organophosphate; pyrethroid; synthetic insecticides en-US
dc.subject en-US
dc.title Tingkat Resistensi Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae) pada Tanaman Kakao terhadap Tiga Golongan Insektisida Sintetis id-ID
dc.title Helopeltis antonii (Hemiptera: Miridae) Resistance Level in Cacao Plantation Against Three Types of Synthetic Insecticide en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account