Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSetiawati, Wiwin
dc.creatorMurtiningsih, Rini
dc.date2011-12-02
dc.date.accessioned2018-05-02T06:26:02Z
dc.date.available2018-05-02T06:26:02Z
dc.date.issued2011-12-02
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/900
dc.identifier10.21082/jhort.v21n4.2011.p344-352
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/1031
dc.descriptionPenggunaan insektisida kimia sintetis secara intensif di lapangan dapat mengurangi populasi musuh alami, sehingga mengakibatkan populasi hama meningkat. Bemisia tabaci merupakan salah satu hama penting pada tanaman cabai merah yang dapat menyebabkan kerusakan langsung dengan cara menghisap cairan tanaman dan tidak langsung menularkan penyakit virus kuning. Cara pengendalian yang ramah lingkungan merupakan faktor penting dalam menekan kehilangan yang diakibatkan oleh serangan B. tabaci. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas insektisida nabati yang berasal dari minyak serai dengan predator Menochilus sexmaculatus dalam menekan populasi B. tabaci. Penelitian dilakukan di Laboratorium dan Rumah Kasa Balai Penelitian Tanaman Sayuran mulai bulan Juni sampai dengan Desember 2009. Penelitian menggunakan metode pencelupan (dipping method)  untuk kutukebul, film kering (dry film), dan odor effect untuk predator M. sexmaculatus. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok terdiri atas enam perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang digunakan ialah enam konsentrasi minyak serai yaitu 5.000, 4.000, 3.000, 2.000, 1.000, dan 0 ppm sebagai kontrol. Untuk menentukan nilai LC50 dan LT50 digunakan analisis Probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi minyak serai pada konsentrasi 2.000-5.000 ppm efektif menekan populasi nimfa B. tabaci instar I dan II, sedangkan untuk instar III dan IV pada konsentrasi 3.000-5.000 ppm dengan nilai penekanan sebesar 92-98% bila dibandingkan dengan kontrol. Nilai LC50 untuk nimfa B. tabaci instar I-IV berturut-turut sebesar 1.266,48, 1.755,81, 2.305,46, dan 2.343,59 ppm.  Pada konsentrasi 2.000 ppm, LT50 minyak serai  untuk nimfa B. tabaci ialah sekitar 2,95 hari setelah perlakuan. Minyak serai yang aman untuk larva predator M. sexmaculatus ialah pada konsentrasi 1.000 ppm bila diaplikasikan secara kontak dan 1.000-2.000 ppm bila diaplikasikan sebagai odor effect. Minyak serai pada konsentrasi 1.000-5.000 ppm aman terhadap imago M. sexmaculatus. Konsentrasi 2.000 ppm minyak serai merupakan konsentrasi yang sesuai diaplikasikan sebagai insektisida alami untuk pengendalian B. tabaci, aman dan kompatibel dengan  predator M. sexmaculatus. Berdasarkan hasil penelitian ini diketahui bahwa minyak serai dan M. sexmaculatus memiliki potensi dalam mengendalikan B. tabaci pada cabai.There is a tendency of diminishing  the number of natural enemies caused by utilization of non-selective insecticides that lead to serious consequences for pest population dynamics. Bemisia tabaci is an extremely polyphagous pest that causes direct damage and can act as a viral vector on hot peppers causing yellow virus disease. The activity of natural enemies can be exploited by employing propers conservation and augmentation techniques. Natural enemies might play roles to control of  B. tabaci on hot peppers. The study was conducted in the Laboratory and Screenhouse of IVEGRI from June to December 2009. The objective of this study was to determine compatibility of citronella oil with M. sexmaculatus to control B. tabaci. Dipping methods, dry film, and odor effect were used in this study. Randomized completely block design with six treatments and four replications was used in this study. The treatments were citronella oils at different consentration 5,000, 4,000, 3,000, 2,000, 1,000, and 0 ppm as a control and stages of B. tabaci (1st, 2nd, 3rd, and 4th instars) and M. sexmaculatus. Probit analysis was used to ditermine LC50 and LT50 value. The results indicated that  citronella oils at concentration of 2,000-5,000 ppm was effective to control nymphs of B. tabaci at 1st and 2nd instar , while 3,000-5,000 ppm for 3rd and 4th instar. The first two nymphal stages were more susceptible to citronella oil compared to the third and fourth nymphal stage. LC50 value for first to fourth nymphal stage was 1,266.48; 1,755.81; 2,305.46, and 2,343.59 ppm respectively. The LT50 occurred at 2.95 days in all instar stages.  Menochilus sexmaculatus  predators were  highly susceptible to the essential oil vapours and the selective toxicity ratio varied depending on the methods and stages. Citronella oil at 1,000-2,000 ppm was compatible with M. sexmaculatus larvae on odor effect and 1,000 ppm on dry film method. Menochilus sexmaculatus adult more tolerant to citronella oil compared to larvae stage at concentration 1,000-5,000 ppm. Concentration 2,000 ppm of citronella oil was the appropriate concentration applied as bioinsecticide for B. tabaci, safety and compatibility for M. sexmaculatus. Based on the study known citronella oil and M. sexmaculatus  had potential to be incorporated in controlling B. tabaci  on hot peppers.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/900/742
dc.rightsCopyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 21, No 4 (2011): DESEMBER 2011; 344-352en-US
dc.titleKompatibilitas Minyak Serai dengan Predator Menochilus sexmaculatus untuk Pengendalian Vektor Penyakit Virus Kuningen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record