Keong Mas, dari Hewan Peliharaan Menjadi Hama Utama Padi Sawah

dc.contributor.authorSuharto, Hendarsih
dc.contributor.authorKurniawati, Nia
dc.date.accessioned2026-08-18T15:21:37Z
dc.date.available2026-08-18T15:21:37Z
dc.date.issued2008-06-01
dc.description19 p.; tab.
dc.description.abstractAbstrak Keong mas (Pomacea canaliculata) awalnya diintroduksi sebagai hewan peliharaan akuarium dan komoditas pembudidayaan. Namun, pesatnya perkembangbiakan dan tidak terbentuknya pasar ekonomi yang berkelanjutan menyebabkan organisme ini terlepas ke lingkungan ekosistem persawahan dan bertransformasi menjadi salah satu hama utama tanaman padi sawah. Keong mas menyerang tanaman padi terutamanya pada fase vegetatif awal (1–3 minggu setelah tanam) dengan memotong pangkal batang dan memakan daun muda yang lunak. Serangan ini berpotensi menurunkan hasil produksi pertanian hingga 10%–60% serta memaksa petani melakukan proses penyulaman atau penanaman ulang. Artikel ini mengulas sejarah peralihan status keong mas dari hewan peliharaan menjadi hama invasif, karakteristik bioekologi, dampak kerugian ekonomi yang ditimbulkan, serta strategi pengendalian terpadu (PHT) yang efisien dan ramah lingkungan. Pengendalian yang dinilai paling efektif meliputi manajemen tata kelola air, pengutipan kelompok telur secara mekanis, pemanfaatan predator alami (seperti itik), penggunaan perangkap/atraktan hayati, serta konversi limbah keong mas menjadi pupuk organik cair maupun pakan ternak. Abstract The golden apple snail (Pomacea canaliculata) was initially introduced as an aquarium pet and a potential aquaculture commodity. However, rapid reproduction rates and the lack of a sustainable market led to its release into wetland ecosystems, causing it to transform into a major pest of lowland rice crops. The Golden apple snail primarily attacks rice plants during the early vegetative state (1–3 weeks post-transplanting) by cutting the base of young tillers and consuming tender shoots. Severe infestations can reduce crop yields by 10% to 60%, forcing farmers to replant affected areas. This article reviews the historical status shift of the golden apple snail from a pet to an invasive agricultural pest, its bio-ecological characteristics, the economic damage caused, and integrated pest management (IPM) strategies. The most effective control strategies include proper water management, manual collection of egg masses, biological control using natural predators (such as ducks), botanical traps/attractants, and converting snail biomass into liquid organic fertilizer or animal feed.
dc.identifier.isbn978-979-799-392-4
dc.identifier.urihttps://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/31043
dc.language.isoid
dc.publisherBalai Besar Penelitian Tanaman Padi
dc.titleKeong Mas, dari Hewan Peliharaan Menjadi Hama Utama Padi Sawah
dc.title.alternativePadi: Inovasi Teknologi dan Ketahanan Pangan. Buku 2
dc.typeArticle
Files
Original bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
14. Keong Mas, dari Hewan Peliharaan Menjadi Hama Utama Padi Sawah - Hendarsih Suharto, Nia Kurniawati.pdf
Size:
906.65 KB
Format:
Adobe Portable Document Format
Description:
License bundle
Now showing 1 - 1 of 1
Loading...
Thumbnail Image
Name:
license.txt
Size:
1.77 KB
Format:
Item-specific license agreed upon to submission
Description: