Perlindungan Tanaman Pangan
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Perlindungan Tanaman Pangan by Subject "H Protection of plants and stored products/Perlindungan Tanaman::H01 Protection of plants - General aspects/Perlindungan tanaman – aspek aspek umum"
Now showing 1 - 12 of 12
Results Per Page
Sort Options
- ItemBaku Operasional Pengendalian Hama Terpadu pada Pertanaman Padi Gogo di Antara Tanaman Perkebunan(Direktorat Jenderal Perkebunan, 1995) Direktorat Bina Perlindungan Tanaman Ditjen PerkebunanSejalan dengan upaya peningkatan pendapatan petani perkebunan, telah digerakkan penanaman padi gogo varietas unggul di antara tanaman perkebunan. Untuk menjamin keberhasilan gerakan ini, dibutuhkan dukungan perlindungan tanaman terhadap gangguan opt (organisma pengganggu tumbuhan). Memang perlindungan tanaman tidak akan menghilangkan semua gangguan, tetapi dapat memperkecil resiko kehilangan hasil. Pada kondisi lapang, perlindungan tanaman menghadapi berbagai situasi yang harus diperhitungkan demi keberhasilan pelaksanaannya. Untuk mengakomodasi semua kondisi tersebut, implementasi pengendalian hama terpadu (pht) merupakan pilihan terbaik.
- ItemBuku Pegangan Petani Pemandu SLPHT(Departemen Pertanian, 1997) Program Nasional Pengendalian Hama TerpaduMengulang edisi terdahulu, kali ini kami mencoba untuk menyajikan kembali Buku Pegangan Petani Pemandu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan Petani Pemandu akan bahan-bahan yang dapat membantu mereka dalam mempersiapkan dan melaksanakan SLPHT di lapangan. Sebagaimana edisi sebelumnya, buku inipun masih berisi berbagai Petunjuk Lapangan tentang kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan dalam SLPHT yang disunting dari berbagai sumber. Adapun tujuan dari penggabungan berbagai bahan dalam satu buku ini dimaksudkan agar Petani Pemandu lebih mudah menemukan bahan yang mereka butuhkan dalam proses pelatihan di lapangan tanpa harus menjadikan buku ini sebagai patokan baku. Oleh karena itu, kami juga mengharapkan masukan dan saran dan berbagai pihak, demi penyempurnaan isi buku im di masa-masa yang akan datang.
- ItemDaftar Organisme Pengganggu Tumbuhan Pangan (Pest List)(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2009) Direktorat Perlindungan Tanaman PanganDengan diberlakukannya ketentuan kesehatan tumbuhan (Sanitary and Phytosanitary/SPS) maka perdagangan global produk pertanian mengikat setiap negara anggotanya untuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Salah satu persyaratannya yaitu adanya daftar Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) atau “Pest List" dari masing-masing komoditas yang diekspor beserta informasi tambahan mengenai OPT tersebut. Daftar OPT atau "Pest List” memiliki peranan penting karena negara-negara yang melakukan negosiasi perdagangan komoditas pertanian mungkin dapat menjadi media pembawa bagi pemindahan OPT ke daerah baru/negara tujuan ekspor Oleh karena itu, informasi tentang biologi, distribusi, kisaran tanaman inang, dan status ekonomi OPT harus tersedia dan dapat diakses oleh negara- negara tersebut. Buku “Daftar OPT (Pest List) Pangan" ini menyajikan daftar OPT dan masing-masing komoditas tanaman pangan beserta informasi tambahannya, meliputi taksonomi, media pembawa, daerah sebar dan kategori serangannya pada masing-masing provinsi di Indonesia. Informasi kategori serangan OPT yang tersaji dalam buku ini disusun berdasarkan data keberadaan OPT di tingkat kecamatan pada Musim Tanam 2006/2007 sampai dengan Musim Tanam 2008/2009 yang dilaporkan oleh petugas POPT-PHP di lapangan Buku ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi petugas perlindungan tanaman pangan dalam melaksanakan pengamatan OPT serta penentuan tindakan pengelolaan OPT di lapangan, dan sebagai informasi utama yang dapat digunakan oleh negara tujuan ekspor untuk melakukan analisa resiko OPT (Pest Risk Analysis).
- ItemHama, Penyakit, dan Gulma Pada Tanaman Ubi Jalar : Identifikasi dan Pengendaliannya(Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, 2015) Saleh, Nasir; Indiati, Sri Wahyuni; Widodo, Yudi; Sumartini; Rahayuningsih, St.A.Gangguan hama, penyakit dan gulma merupakan salah satu masalah yang dihadapi petani dalamberbudidaya ubi jalar. Serangan hama dan penyakit tersebut selain dapat mengurangi hasil umbi, juga dapat mengakibatkan penurunan kualitas umbi. Tumbuhnya gulma pada pertanaman ubi jalar mengakibatkan persaingan dalam mendapatkan hara, cahaya dan ruang tumbuh sehingga menurunkan hasil umbi. Berbagai jenis hama yang berupa serangga, tungau, atau kutu dapat menyerang bagian daun, batang maupun akar dan umbi tanaman ubi jalar. Demikian juga berbagai penyakit yang disebabkan oleh patogen jamur, bakteri dan virus menyerang bagian-bagian tanaman ubi jalar tersebut. Di lapangan seringkali gangguan hama dikacaukan dengan gejala serangan patogen ataupun gangguan keharaan berupa kekurangan hara (defisiensi) atau keracunan. Beberapa gulma dari jenis rumput-rumputan yang berdaun sempit maupun gulma berdaun lebar juga sering didapatkan tumbuh bersama tanaman ubi jalar. Pada populasi yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan hasil umbi. Di samping persaingan dengan tanaman utama, beberapa gulma juga dapat menjadi tanaman inang hama atau patogen.
- ItemParasitoid dan Predator pada Tanaman Padi(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2008) Sarsito WGS; Mutiawari, Dyah; Indriastuti KW, B.; Fensionita, Abriani; Suwardiwijaya, Edy; Ahadiati, Yunita Fauziah; Bustam, RosdianaPHT adalah suatu strategi pengendalian hama yang berdasarkan pada konsep ekologi, yang sangat menekankan pada kegiatan faktor-faktor mortalitas alamiah serta menggunakan taktik pengendalian yang rendah gangguannya terhadap faktor alamiah tersebut. Salah satu komponen utama PHT adalah pendayagunaan musuh alami yang terdiri dari predator, parasitoid, dan patogen serangga. Pemahaman tentang musuh alami hama pada tanaman padi dan pemanfaatannya menjadi hal yang sangat penting, agar pelaksanaan PHT dapat dilaksanakan dengan baik.
- ItemPedoman Operasional Pengamatan & Pengendalian Spodoptera frugiperda pada Jagung(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2020) Direktorat Perlindungan Tanaman PanganOrganisme pengganggu tumbuhan (OPT) merupakan salah satu kendala yang dihadapi dalam melakukan kegiatan budidaya tanaman jagung. Gangguan OPT yang tidak terkendali dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan hasil produksi. Perkembangan OPT di lapangan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor tanaman inang, lingkungan dan faktor intern OPT. Usaha tani jagung di Indonesia dewasa ini menghadapi tantangan baru berupa hadirnya OPT baru yang menyerang pertanaman jagung. Organisme pengganggu tumbuhan pendatang baru tersebut adalah hama ulat grayak dari spesies Spodoptera frugiperda, yang dikenal dengan nama Fall Awrmyworm (FAW).
- ItemPeranan Cendawan Antagonis (Trichoderma Spp.) Sebagai Agens Pengendalian Hayati Dan Dekomposer(BPTP Jatim, 2006) KORLINA, Ely
- ItemPetunjuk Lapangan Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu Tanaman Padi(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2010) Tim Program Nasional Pelatihan dan Pengembangan Pengendalian Hama Terpadu; Proyek Prasarana Fisik BAPPENAS; Kelompok Pemandu Lapang I; Tim FAO Indonesia IPM ProgramPetunjuk Lapangan SLPHT Tanaman Padi adalah buku pelengkap Pedoman SLPHT Tanaman Pangan, sebagai acuan belajar besama di lapangan, sehingga tujuan penyelenggaraan SLPHT dapat dicapai dengan sempurna. Tujuan SLPHT adalah agar petani mampu membuat analisa dan keputusan sendiri. Buku pedoman ini sekaligus merupakan wujud dari perlengkapan kurikulum SLPHT yang disusun secara matang agar petani peserta dapat belajar dalam alur pendekatan pendidikan untuk orang dewasa, petani peserta mampu belajar dari pengalaman. Petunjuk lapangan ini terdiri dari dua bab pokok, yaitu Sasaran Pelatihan PHT dan Pedoman Pelaksanaan SLPHT. Sasaran pelatihan PHT merupakan acuan dalam melihat kualitas penyelenggaraan SLPHT, sebagai pelengkap pendekatan matrik kualitas dalam buku pedoman. Bab ini berisikan uraian target capaian pemahaman dan keterampilan yang harus dimiliki oleh petani setelah mengikuti SLPHT.
- ItemPetunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP)(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2017) Ahadiati, Aat; Sasmito, Edi Eko; NurhalisahLaboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit (LPHP) merupakan institusi perlindungan tanaman di tingkat lapangan di bawah pembinaan dan koordinasi Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Proteksi/Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (UPTD BPTPH) di tingkat provinsi. Sebagai institusi perlindungan tanaman di tingkat lapangan, LPHP diharapkan dapat berperan sebagai pusat pengembangan teknologi terapan perlindungan tanaman sesuai konsep pengendalian hama terpadu (PHT). Pengembangan perlindungan tanaman pangan di tingkat LPHP dilaksanakan melalui kegiatan-kegiatan pengamatan, peramalan, dan pengendalian OPT, serta penanganan DPI. Peran dan kondisi LPHP cukup beragam, tergantung pada kebijakan dan komitmen daerah dalam meningkatkan peran perlindungan tanaman untuk mendukung pencapaian sasaran produksi. Untuk mengoptimalisasi kinerja LPHP, dipandang perlu menyusun Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kegiatan LPHP sebagai acuan dan pedoman dalam pelaksanaan kegiatan. Dengan demikian, melalui pelaksanaan kegiatan sesuai pedoman, LPHP dapat meningkatkan peran dan fungsi nya sehingga dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam program peningkatan produksi pangan nasional.
- ItemPetunjuk Teknis Pengamatan dan Pelaporan Organisme Pengganggu Tumbuhan dan Dampak Perubahan Iklim (OPT-DPI)(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2018) Direktorat Perlindungan Tanaman PanganKeberhasilan pengamanan produksi dari aspek perlindungan tanaman pangan sangat tergantung kepada kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan keputusan agar langkah operasional pengamanan yang diambil tidak terlambat dan sesuai dengan keadaan yang berkembang di lapangan. Pengambilan keputusan tersebut perlu didukung oleh data dan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan berkesinambungan. Untuk menghasilkan data dan informasi yang akurat diperlukan metode pengamatan dan pelaporan yang tepat serta aplikatif.
- ItemSpodoptera frugiperda pada Jagung(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2020) Zakaria, FakihUlat grayak Spodoptera frugiperda (UGF) merupakan spesies hama baru di Indonesia, khususnya pada tanaman jagung. Hama ini belum pernah ditemukan sebelumnya di wilayah Indonesia. Informasi ekobiologi yang lengkap dan terperinci mengenai hama S. frugiperda belum tersedia. Teknik pengamatan pengendaliannya pun juga masih terbatas.
- ItemTeknik Penangkaran Burung Hantu(Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, 2021) Zakaria, Fakih; Fensionita, Abriani; Purnama, Gandi; Nurhidayat, MochamadTikus merupakan salah satu hama utama pada tanaman pangan, khususnya padi. Setiap tahun hama ini menyubabkan kerugian hasil panen, baik kualitas maupun kuantitasnya. Pada tingkat serangan berat, tikus mampu menyebabkan gagal panen atau puso. Oleh karenanya perlu dilakukan upaya pengendalian. Pengendalian hama tikus dapat dilakukan dengan berbagai teknik pengendalian yang ada, dengan berpegang pada Prinsip Pengendalian Hama Terpadu. Pemanfaatan burung hantu Tyto alba menawarkan teknik pengendalian hama tikus yang ramah lingkungan dan sekaligus berkelanjutan. Tidak hanya itu, pengendalian dengan menggunakan predator alami tikus ini efektivitasnya cukup tinggi, dan mampu mengamankan produksi tanaman pangan. Konservasi burung hantu perlu diupayakan untuk mendukung pelaksanaan pengendalian hama tikus di lapangan. Kegiatan penangkaran dan perawatan burung hantu merupakan salah satu upaya untuk melestarikan burung hantu yang ada di alam pertanian, sehingga dapat memberikan pelayanan ekosistem pengendalian hama tikus secara alami dengan optimal.