Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan dan Tanaman Terpadu (PLTT) dan Hasil-hasil Penelitian/Pengkajian Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi
Permanent URI for this collection
Browse
Browsing Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Lahan dan Tanaman Terpadu (PLTT) dan Hasil-hasil Penelitian/Pengkajian Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi by Subject "Research Subject Categories::E Economics, development, and rural sociology/Ekonomi, Pembangunan dan Sosiologi Pedesaan::E20 Organization, administration and management of agricultural enterprise or farms// Organisasi, Administrasi dan Pengelolaan Perusahaan Pertanian/Usaha tani"
Now showing 1 - 7 of 7
Results Per Page
Sort Options
- ItemAplikasi Teknologi usahatani Padi Pasang Surut Di Muara Sabak, Jambi(BPTP Jambi, 2005) Izhar, Lutfi; BPTP JambiJambi has 648,00 hectarage of potenscial swaamp for agricultural development and agricultural activities. Most of the area have a major activities which are deal with cereal crops production systems, especially paddy. In relation with National Goverment Program for food security by increasing production of cereals crops called Gema- Palagung 2001, Jambi have an addaptable agricultural program for specific location in Tanjung Jabung swamp area.
- ItemKlinik Teknologi Sebagai Wadah Konsultasi Dan Alih Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi(BPTP Jambi, 2005) Endrizal; Adri; Julistia Bobihoe; B. Prayudi; BPTP JambiBadan Penelitian dan Pengembangan telah banyak menghasilkan dan merekomendasikan paket teknologi pertanian spesifik lokasi, namun tingkat adopsi paket teknologi oleh petani masih rendah. Kurang atau tidak diadopsinya teknologi pertanian disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya karakteristik teknologi, keterbatasan SDM (penyuluh pertanian), permohonan, kualifikasi penerima teknologi itu sendiri dan proses diseminasi. Kenyataan dilapangan keberhasilan penerapan/adopsi teknologi pertanian spesifik lokasi masih rendah. Untuk itu inovasi dan alih teknologi pertanian harus terus dikembangkan untuk merespon kebutuhan petani yang terus meningkat baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Suatu konsep untuk mempercepat alih teknologi pertanian yang mobilitasnya diterapkan oleh petani (telah berhasil dikembangkan oleh BPTP Sulawesi Utara) yang kemudian dikenal dengan KLINIK TEKNOLOGI PERTANIAN (KLITAN). KLITAN adalah suatu wadah yang dapat menampung serta memberikan solusi secara bertahap dan cepat suatu masalah yang dihadapi oleh petani atau pengguna lainnya dalam pengelolaan sistem usahatani.
- ItemPengakjian Lahan Rawa Lebak Dengan Penerapan Teknologi Sistem Usahatani Terpadu Di Sumatera Selatan(BPTP Jambi, 2005) Waluyo; Suparwoto; I.W Supartha; Jumakir; BPTP JambiLahan rawa lebak merupakan lahan marjinal yang mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan di Sumatera Selatan, tetapi baru sebagian kecil yang dimanfaatkan sebagai lahan pertanian
- ItemPengaruh Ketinggian Tempat Terhadap Produksi Dan Kelayakan Usahatani Kentang Di Kab. Kerinci Jambi(BPTP Jambi, 2005) Edi, Syafri; BPTP JambiKentang merupakan komoditas sayuran utama yang diusahakan petani di Kab. Kerinci, hal ini di dukung oleh ketersediaan lahan, tenaga kerja dan peluang pasar serta dukungan dari pemerintah daerah. Secara umum petani di daerah ini menanam kentang tiap musim dan belum sepenuhnya menerapkan teknologi budidaya yang dianjurkan., seperti penggunaan bibit bermutu, penggunaan pupuk berimbang, perguliran tanaman, pengendalian OPT, panen dan pasca panen, yang berdampak kepada rendahnya hasi dan penerimaan petani.
- ItemPengkajian Sistim Usahatani Terpadu Padi-Kedelai / Sayuran-Ternak Di Lahan Pasang Surut(BPTP Jambi, 2005) Susilawati; M. Sabran; Rahmadi Ramli; Dedy Djauhari; Rukayah; Koesrini; BPTP JambiDalam rangka mendukung program pembangunan pertanian di Kabupaten Kapuas yaitu program pengembangan kawasan pertanian terpadu melalui pemberdayaan lahan dan petani serta menumbuhkan pasar rakyat untuk meningkatkan pendapatan petani, maka perlu dilakukan suatu pengkajian yang dapat membantu petani dalam mengelola lahannya sehingga sesuai dengan potensi lahan yang ada dan sumberdaya yang tersedia. Pengkajian usahatani terpadu padi kedelai/sayuran-ternak di lahan pasang surut tipe luapan B-C merupakan kegiatan lanjutan (tahun III), yang dilaksanakan di Desa Bungai Jaya, Kecamatan Basarang Kabupaten Kapuas, dengan luas arel 13 ha dan melibatkan 20 orang petani kooperator. Tujuan pengajian ini adalah (1) melakukan karakterisasi wilayah, petani dan sistem usahatani, (2) melakukan analisis terhadap kinerja teknologi usahatani, (3) melakukan analisis usahatani, (4) mempelajari struktur pendapatan usahatani terpadu, dan (5) melakukan analisis adopsi teknologi introduksi. Pendekatan pengkajian dilakukan secara on-farm research, dengan metode perbandingan berpasangan (pairly comparison) yaitu membandingkan model usahatani introduksi dengan model usahatani ditingkat petani. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa sesuai dengan karakteristik lahan dan petaninya, lahan pasang surut tipe B-C sebaiknya diusahakan secara terpadu dengan sistem surjan dengan pola tanam padi-palawija pada MH dan kedelai-sayuran pada MK serta ternak di perkarangan, Hasil analisa vinansial teknologi yang diintroduksikan, dapat meningkatkan kinerja usahatani dan memberikan tambahan pendapatan sebesar Rp. 9.873.500 pada MK dan Rp. 8.887.000 pada MH, lebih besar dari pendapatan petani non kooperator, Rata-rata R/C semua komoditas yang diusahakan > 2,5, sehingga teknologi ini layak dikembangkan. Dengan rata-rata luas kepimilikan lahan yang sama, teknologi introduksi dapat meningkatkan luas garapan dan frekuensi usahatani, sehingga struktur pendapatan rumah tangga petani kooperator lebih besar dari pada petani non kooperator. Bila petani kooperator dapat mengadopsi teknologi yang dianjurkan 100% maka pendapatan petani akan merata dan meningkat.
- ItemStrategi Dan Kebijakan Pengembangan Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu Kakap Kabupaten Pontianak(BPTP Jambi, 2005) BPTP JambiPropinsi Kalimantan Barat memproritaskan pembangunan agribisnis sebagai strategi pembangunan ekonomi. Guna mempercepat pembangunan agribisnis maka pemerintah daerah membentuk Kawasan Usaha Agribisnis Terpadu (KUAT). Lima kawasan yang telah ditetapkan antara lain : Sei Kakap, Rasau Jaya, Merowi, Singkawang dan Sanggau Ledo. Pada tahap pertama ini kawasan Sungai Kakap sebagai prioritas. Strategi pengembangan yang ditempuh adalah optimalisasi pendapatan kawasan 2.000 USS melalui model usahatani terpadu. Usahatani berbasis tanaman padi dan kelapa merupakan dua model yang rekomendasikan. Untuk menuju pendapatan tersebut diperlukan prakondisi dan sinergi. Pembentukan kelembagaan KUAT (Kelembagaan Usaha Agribisnis Terpadu) antara lain : Kelompok Usaha Mandiri (KUM), Usaha Pelayanan Jasa Alat dan Mesin Pertanian (UPJA), Klinik Pertanian diharapkan dapat mempercepat adopsi inovasi teknologi dan kelembagaan. Sinergi antara institusi pemerintah, petani dan swasta sangat diperlukan untuk mendukung program KUAT tersebut.
- ItemTeknologi Pengelolaan Air Dan Usahatani Padi Pasang Surut Di Kalimantan Barat(BPTP Jambi, 2005) Muhammad Hatta; Dwi P. Widiastuti A. Musyafak; Khaidir; BPTP JambiTekknologi Pengelolaan dan tanaman terpadu lahan pasang surut (PLTI) memberikan hasil yang optimal dan menguntungkan tidak saja dari segi usaha tetapi juga terhadap kelestarian sumberdayanya, di lahan pasang surut dan merekayasa model manajemen Usaha Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) serta merekayasa model lembaga keuangan mikro. Kajian ini dilaksanakan mulai tahun 2003 di Desa Sei Pinang Luar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Pontianak dan dilanjutkan tahun 2004 di Desa Sungai Itik, Kec. Sungai Kakap, Kab. Pontianak.Kajian ini didahului dengan identifikasi dan karakterisasi wilayah melalui Participatory Rural Appraisal (PRA) dan dilanjutkan dengan perakitan dan pengkajian paket teknologi spesifik lokasi.