Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorSetiawati, Wiwin; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorSumarni, Nani; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorKoesandriani, Yeni; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorHasyim, Ashol; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorUhan, Tinny Suhantini; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.creatorSutarya, Rahmat; Balai Penelitian Tanaman Sayuran
dc.date2016-05-20
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:49Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:49Z
dc.date.issued2016-05-20
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3373
dc.identifier10.21082/jhort.v23n2.2013.p174-183
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/980
dc.descriptionPenelitian dilaksanakan atas dasar adanya peningkatan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) yang sangat tinggi akibat terjadinya perubahan iklim. Penggunaan pestisida yang intensif tidak mampu menekan serangan OPT tersebut. Sampai saat ini belum terformulasi langkah yang tepat untuk pengendalian OPT sebagai upaya mitigasi perubahan iklim. Oleh sebab itu diperlukan inovasi teknologi pengendalian OPT pada tanaman cabai merah secara terintegrasi. Penerapan teknologi PHT yang diperbaiki merupakan solusi terbaik. Tujuan penelitian ialah menghasilkan rakitan teknologi PHT untuk mitigasi perubahan iklim yang dapat menekan penggunaan pestisida > 50% dan mengurangi emisi CO2 > 10%. Penelitian dilaksanakan di Desa Kawali Mukti, Ciamis, Jawa Barat dari Bulan April sampai dengan September 2012. Rancangan percobaan yang digunakan ialah acak kelompok terdiri atas lima perlakuan (rakitan berbagai teknologi PHT dibandingkan dengan teknologi konvensional) serta lima ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi PHT- 4 (penggunaan varietas Kencana yang ditanam secara monokultur, penggunaan mulsa plastik hitam perak, pemupukan (pupuk kandang sebesar 30 t/ha dan NPK sebanyak 700 kg/ha), dan penggunaan pestisida berdasarkan ambang kendali), dapat menekan penggunaan pestisida sebesar 73,33% dengan hasil panen tetap tinggi yaitu sebesar 15,46 t/ha. Selain itu rakitan teknologi tersebut mampu mengurangi suhu lingkungan mikro sebesar 0,890C dan emisi CO2 dapat dikurangi sebesar 38,76%. Teknologi PHT tersebut dapat direkomendasikan sebagai teknologi untuk mitigasi perubahan iklim (kemarau panjang) pada budidaya cabai merah.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3373/4116
dc.rightsCopyright (c) 2016 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 23, No 2 (2013): Juni 2013; 174-183en-US
dc.titlePenerapan Teknologi Pengendalian Hama Terpadu pada Tanaman Cabai Merah untuk Mitigasi Dampak Perubahan Iklimen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record