Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatormoekasan, Tonny Koestoni; Balai penelitian tanaman hias
dc.creatorSetiawati, Wiwin; Balai penelitian tanaman sayuran
dc.creatorHasan, F; Balai proteksi tanaman pangan dan hortikultur
dc.creatorRuna, R; Balai proteksi tanaman pangan dan hortikultura
dc.creatorSomantri, Aang; Balai penelitian tanaman sayuran
dc.date2013-03-30
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:48Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:48Z
dc.date.issued2013-03-30
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3384
dc.identifier10.21082/jhort.v23n1.2013.p80-90
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/968
dc.descriptionSalah satu upaya untuk menekan penggunaan insektisida yang intensif untuk mengendalikan hama Spodoptera exigua pada budidaya bawang merah ialah menerapkan ambang pengendalian. Ambang pengendalian S. exigua dapat diterapkan berdasarkan populasi kelompok telur, kerusakan tanaman, atau berdasarkan populasi ngengat yang tertangkap menggunakan feromonoid seks. Penelitian penetapan ambang pengendalian berdasarkan populasi ngengat S.exigua yang tertangkap menggunakan feromonoid seks dilaksanakan di Desa Lakawan, Kecamatan Anggeraja (± 530 m dpl.), Kabupaten Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan, sejak Bulan Februari sampai dengan Agustus 2012. Sembilan macam perlakuan diuji pada percobaan ini, yaitu  (A) > 0 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/hari, (B)  ≥ 5 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/hari, (C) ≥ 10 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (D) ≥ 15 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (E) ≥ 20 ngengat S.exigua tertangkap/perangkap/ hari, (F) 0,1 kelompok telur/tanaman contoh, (G) Kerusakan tanaman 5%, (H) disemprot insektisida secara rutin dua kali/minggu, dan (I) kontrol (tidak disemprot dengan insektisida). Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok dan setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Feromonoid seks yang digunakan ialah Feromon Exi yang diproduksi oleh Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian, Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Hasil percobaan menunjukkan bahwa dengan penerapan ambang pengendalian berdasarkan hasil tangkapan populasi ngengat S.exigua menggunakan Feromon Exi sebanyak ≥ 10 ekor/perangkap/hari penggunaan insektisida  dapat  dikurangi  sebesar  35,71%  dengan hasil  panen sebesar 13,46 t/ha, yang setara dengan hasil panen pada perlakuan menggunakan insektisida dua kali/minggu. Dengan demikian ambang pengendalian tersebut secara ekonomi layak untuk diadopsi karena dapat meningkatkan pendapatan bersih dan mengurangi biaya jika dibandingkan dengan pengendalian menggunakan insektisida dua kali/minggu.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/3384/2869
dc.rightsCopyright (c) 2015 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 23, No 1 (2013): Maret 2013; 80-90en-US
dc.titlePenetapan Ambang Pengendalian Spodoptera exigua pada Tanaman Bawang Merah Menggunakan Feromonoid Seksen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record