Show simple item record

dc.contributoren-US
dc.creatorBasuki, rofik Sinung
dc.date2013-08-02
dc.date.accessioned2018-05-02T06:25:10Z
dc.date.available2018-05-02T06:25:10Z
dc.date.issued2013-08-02
dc.identifierhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/723
dc.identifier10.21082/jhort.v20n2.2010.p%p
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/832
dc.descriptionABSTRAK. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui sumber benih, cara pengadaan, dan kualitas benih yang ditanampetani, serta ketersediaan benih bawang merah bermutu untuk petani di Brebes. Hasil penelitian digunakan sebagaimasukan pembuatan kebijakan untuk memperbaiki sistem perbenihan bawang merah di Brebes. Penelitian deskriptifini dilakukan di Brebes pada bulan September 2007. Penelitian dilakukan di tiga desa yang dipilih secara purposiveberdasarkan jenis varietas dominan yang ditanam di lokasi tersebut. Responden dipilih secara purposive berdasarkanjenis varietas yang ditanam, yaitu 35 petani yang menanam benih varietas lokal dan 10 petani yang menanam benihvarietas impor. Selain petani, juga dipilih secara purposive sembilan responden pedagang atau penangkar benih. Dataprimer dikumpulkan melalui wawancara individual dengan responden menggunakan kuesioner. Data yang terkumpuldianalisis menggunakan metode statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sumber benih varietaslokal yang ditanam oleh sebagian besar petani responden (94%) berasal dari benih yang dihasilkan petani sendiridari penyisihan hasil bawang konsumsi musim sebelumnya dan sebagian kecil (6%) berasal dari benih yang dibelidari petani lain, sedangkan benih varietas impor yang ditanam petani, seluruhnya (100%) berasal dari pembelian ditoko atau pedagang benih. Petani memproduksi benih sendiri dengan cara menyisihkan sebagian dari hasil bawangkonsumsi musim sebelumnya yang pertumbuhan tanamannya masih bagus, produktivitas, dan kemurnian varietasnyamasih tinggi. Kualitas benih yang dihasilkan petani cukup baik dalam hal daya tumbuh (99,1%), tingkat infeksi olehpenyakit tular benih (1,7%), dan persentase kemurnian varietas (99,3%). Benih yang tersedia di lokasi penelitian,sebagian besar (>94%) berasal dari benih hasil produksi petani, tidak ada yang berasal dari hasil penangkaran benihsecara khusus.ABSTRACT. Basuki, R.S. 2010. Procurement and Distribution System of Shallots Seed at Farmer Level atBrebes District. The objectives of the research were to understand the sources, procurement methods, and qualityof shallots seed planted by farmers as well as the availability of good quality seed for farmers in Brebes. The resultof this study was used as policy input for improving the existing shallots seed system in Brebes. Descriptive researchwas conducted in Brebes on September 2007, in three villages selected purposively based on the dominant shallotsvarieties planted by farmers in the locations. Respondents were selected purposively based on the shallots varietiesplanted, consisted of 35 farmers who planted local varieties and 10 farmers who planted imported variety of shallotsseed. In addition, nine shallots seed growers or traders were also selected purposively as respondents. Primary datawas collected through individual interview with respondents. The results showed that most farmers (94%) who plantedlocal varieties used their own seed obtained from previous harvest, and only 6% used their seed from other farmers.Meanwhile, all farmers (100%) who planted imported seed they bought from seed stores or traders. Farmers obtainedtheir own shallots seed from the healthy, productive, and high purity variety from previous harvest. The quality offarmers’ seed was good in terms of high percentage of seed growth (99.1%), low disease infected seed (1.7%), andhigh purity of variety (99.3%). The availability of seed mostly (>94%) was farmers’ seed, and almost no sources ofseed obtained from special seed growers.en-US
dc.formatapplication/pdf
dc.formatapplication/pdf
dc.languageeng
dc.publisherIndonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/723/533
dc.relationhttp://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/723/534
dc.rightsCopyright (c) 2013 Indonesian Center for Horticulture Research and Developmenten-US
dc.rightshttp://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0en-US
dc.source2502-5120
dc.source0853-7097
dc.sourceJurnal Hortikultura; Vol 20, No 2 (2010): Juni 2010en-US
dc.titleSistem Pengadaan dan Distribusi Benih Bawang Merah pada Tingkat Petani di Kabupaten Brebesen-US
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/article
dc.typeinfo:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.typePeer-reviewed Articleen-US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record