Potential of Liquid Smoke as Botanical Insecticide to Control Coffee Berry Borer Hypothenemus hampei

Show simple item record

dc.contributor Sumantri en-US
dc.contributor Euis en-US
dc.contributor Rafi en-US
dc.contributor Badan Litbang Pertanian en-US
dc.contributor Sumantri id-ID
dc.contributor Euis id-ID
dc.contributor Rafi id-ID
dc.contributor Badan Litbang Pertanian id-ID
dc.creator Indriati, Gusti; Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar
dc.creator Samsudin, Samsudin; Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar
dc.date 2018-11-30
dc.date.accessioned 2019-10-09T09:44:51Z
dc.date.available 2019-10-09T09:44:51Z
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultri/article/view/8778
dc.identifier 10.21082/jtidp.v5n3.2018.p123-134
dc.identifier.uri http://124.81.126.59/handle/123456789/8263
dc.description Coffee berry borer (CBB) is the main pest of coffee plants. This pest is difficult to control as it attacks coffee fruit on the tree, multiplies inside the fruit and stays till storage. The study aimed to determine the potential liquid smoke from plant waste to control CBB. The research was conducted at Plant Protection Laboratory (IIBCRI), from January to December 2016. The liquid smokes made from cacao pod husks, sawdust, coconut shells, and rice husks. Phytochemical content of liquid smokes was analyzed qualitatively and quantitatively using gas cromatografy mass spectrometry (GCMS). Toxicity analysis was carried out by residual and contact methods at concentrations of 1%; 1.5%; 2%; 2.5%; controls (aquades), and chlorpyrifos insecticide (2 ml/l) as comparison. Each treatment used 15 H. hampei imagos, repeated 3 times. Mortality parameters were observed at 24, 48, 72, 96, and 120 hours after treatment (HAT). To investigate antifeedance, 10 coffee fruits were infested with 20 imagos  in plastic containers, repeated 3 times and parameters observed were the number of holes at 1, 2, 3, 4, 5, 6, and 7 days after infestation. The results showed that the largest component in liquid smoke presumably functioned as insecticides are Benzenesulfonic acid 4-hydroxy and Acetic acid. All liquid smokes tested were toxic to CBB imagos. The highest CBB mortalities occurred after liquid smoke treatment from coconut shell at concentrations of 2.5% by 48.87%, attack rate was only 20%, decreased 70%. Liquid smoke from coconut shell is the most potential as botanical  insecticide to control CBB. en-US
dc.description Penggerek buah kopi (PBKo) merupakan hama utama tanaman kopi. Hama ini sulit dikendalikan karena  menyerang buah kopi sejak berada di pohon hingga tahap penyimpanan di gudang.  Tujuan penelitian adalah mengetahui potensi asap cair sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama PBKo. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar, mulai bulan Januari sampai Desember 2016. Asap cair yang digunakan berasal dari kulit buah kakao, serbuk gergaji, tempurung kelapa, dan sekam padi.  Analisis kandungan fitokimia asap cair dilakukan secara kualitatif dan kuantitatif menggunakan gas cromatografy mass spectrometry (GCMS). Uji toksisitas menggunakan metode residu dan kontak. Pengujian toksisitas dilakukan pada konsentrasi 1%; 1,5%; 2%; dan 2,5%, kontrol (akuades), insektisida klorpirifos (2 ml/l) sebagai pembanding. Masing-masing perlakuan menggunakan 15 ekor imago H. hampei diulang 3 kali. Parameter yang diamati mortalitas pada 24, 48, 72, 96, dan 120 jam setelah perlakuan (JSP). Uji daya tolak makan (antifeedancy) menggunakan 10 buah biji kopi dalam wadah plastik yang diinfestasi 20 ekor imago diulang 3 kali. Parameter yang diamati adalah jumlah lubang gerekan pada 1, 2, 3, 4, 5, 6, dan 7 hari setelah infestasi. Hasil analisis menunjukkan komponen terbesar dalam asap cair yang diduga berfungsi sebagai insektisida adalah benzenesulfonic acid 4-hydroxy dan acetic acid. Semua asap cair yang diuji bersifat toksik terhadap imago PBKo.  Mortalitas imago PBKo tertinggi pada perlakuan asap cair tempurung kelapa konsentrasi 2,5% sebesar 48,87%, dengan tingkat serangan 20% dan penurunan serangan 70%. Asap cair dari tempurung kelapa  berpotensi sebagai insektisida nabati untuk mengendalikan hama PBKo. id-ID
dc.format application/pdf
dc.language ind
dc.publisher Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultri/article/view/8778/8333
dc.rights Copyright (c) 2018 Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; 123-134 en-US
dc.source Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; Vol 5, No 3 (2018): Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar; 123-134 id-ID
dc.source 2528-7222
dc.source 2356-1297
dc.subject Coffee; Hypothenemus hampei; liquid smoke en-US
dc.subject en-US
dc.subject Asap cair; Hypothenemus hampei; kopi id-ID
dc.subject id-ID
dc.title Potential of Liquid Smoke as Botanical Insecticide to Control Coffee Berry Borer Hypothenemus hampei en-US
dc.title Potensi Asap Cair sebagai Insektisida Nabati Penggerek Buah Kopi Hypothenemus hampei id-ID
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account