Analisis Korespondensi untuk Mengetahui Atribut Unggulan Jeruk Pamelo: Studi Kasus Pada Empat Aksesi Jeruk Pamelo di Magetan (Correspondence Analysis to Identified the Superior Attribute of Pummelo: Case Study on Four Pummelo Accession in Magetan)

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Budiyati, Emi; Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
dc.creator Pramesti, Arin; Institut Pertanian Bogor
dc.creator mufidah, lyli; Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
dc.date 2019-10-09
dc.date.accessioned 2019-10-09T09:43:14Z
dc.date.available 2019-10-09T09:43:14Z
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/9436
dc.identifier 10.21082/jhort.v29n1.2019.p129-136
dc.identifier.uri http://124.81.126.59/handle/123456789/7792
dc.description Pamelo (Citrus maxima) memiliki potensi untuk dikembangkan di Indonesia merujuk karakteristiknya yang unik, baik dari sisi ukuran, rasa, dan lama penyimpanan. Beberapa aksesi yang dibudidayakan di Magetan meliputi Nambangan, Magetan, Sri Nyonya, dan terdapat juga klon Adas yang belum dilepas. Analisis korespondensi dilakukan mengetahui atribut unggulan pada keempat aksesi jeruk pamelo tersebut, dengan menggunakan data primer dari panel terbatas atas 132 sampel buah, yang dilakukan pada tahun 2014. Beberapa tahapan yang dilakukan: (1) cleaning data yang bersumber dari penilaian panelis mengelompokkan data berdasarkan kesukaan, (2) melakukan uji asosiasi tabel kontingensi antara varietas pamelo dan kriteria unggul, dan (3) analisis korespondensi terhadap aksesi pamelo. Hasil yang diperoleh menunjukkan varietas Nambangan melekat dengan atribut unggul kebersihan, bentuk buah, warna, dan tebal kulit ; varietas Magetan terikat dengan jumlah biji, varietas Sri Nyonya dengan tebal, tekstur, dan rasa daging buah; serta klon Adas dengan warna daging buah. Berdasarkan hasil dari penilaian panelis atribut unggul utama dari penampilan dalam adalah rasa daging buah (18,98%) dan untuk penampilan luar adalah bentuk buah (18,32%). Hal ini menjadikan varietas Sri Nyonya menjadi pilihan pertama panelis (27,37%). Hasil tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada petani terkait kesesuaian aksesi yang dipilih dengan pasar yang dibidik (terkait atribut unggulan yang disukai), serta menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, terutama Pemerintah Kabupaten Magetan, terkait aksesi yang diprioritaskan untuk dikembangkan, mengingat pasar dalam negeri dan ekspor masih terbuka.KeywordsPamelo; Analisis korespondensi; Atribut unggul AbstractPummelo (Citrus maxima) has the potential to be developed in Indonesia, referring to its unique characteristics, both in terms of size, taste, and length of storage. Some accessions that common cultivated in Magetan are Nambangan, Magetan, Sri Nyonya, and there are also Adas clone that have not been released. Correspondence analysis was conducted to determine the superior attributes of the four pummelo citrus accessions, using primary data from limited panels for 132 fruit samples, which was carried out in 2014. Several steps were done: (1) cleaning data sourced from panel appraisal to group data based on their preference, (2) test the association of contingency tables between pummelo accessions and superior criteria, and (3) conduct correspondence analysis of pummelo accessions. The results show that the Nambangan variety is inherent with superior attributes of cleanliness, fruit shape, color, and thickness of the skin; the Magetan variety is tied to the number of seeds, while Sri Nyonya variety with thick flesh, flesh texture, and fruit flavor; while Adas clone with fruit flesh color. Based on the results, the panelist’s assessed the main superior attribute for internal appearance was fruit flesh flavor (18.98%) while the outer appearance was fruit shape (18.32%), where Sri Nyonya variety was the panelist’s first choice (27.37%). This result are expected to provide an overview to farmers regarding the suitability of the selected accessions, which will be developed, with targeted markets, as well as being reference for policy makers, especially Magetan district government, regarding the accessions that become priority to be developed, given that the domestic and export markets for this product are still widely open.  en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Indonesian Center for Horticulture Research and Development en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/view/9436/.pdf
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/downloadSuppFile/9436/739
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/jhort/article/downloadSuppFile/9436/740
dc.rights Copyright (c) 2019 Indonesian Center for Horticulture Research and Development en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 en-US
dc.source Jurnal Hortikultura; Vol 29, No 1 (2019): Juni 2019; 129-136 en-US
dc.source 2502-5120
dc.source 0853-7097
dc.subject Pummelo (Citrus maxima); Correspondence analysis; Superior attribute en-US
dc.title Analisis Korespondensi untuk Mengetahui Atribut Unggulan Jeruk Pamelo: Studi Kasus Pada Empat Aksesi Jeruk Pamelo di Magetan (Correspondence Analysis to Identified the Superior Attribute of Pummelo: Case Study on Four Pummelo Accession in Magetan) en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account