PROFIL USAHA TERNAK ITIK ALABIO PETELUR PADA LAHAN RAWA LEBAK KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA KALIMANTAN SELATAN (Kasus di Desa Sungai Durait Tengah Kecamatan Babirik)

Abstract
Usaha ternak itik Alabio merupakan salah satu usaha turun temurun yang dilakukan oleh sebagian masyarakat di lahan rawa lebak Kalimantan Selatan. Usaha ini berfungsi sebagai sumber pendapatan keluarga disamping usahatani lainnya. Itik Alabio merupakan salah satu plasma nutfah yang dimiliki dan berkembang sejak lama di Kalimantan Selatan sebagai itik petelur. Populasi ternak itik di Kalimantan Selatan tercatat ± I juta ekor berada di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Budidaya itik umumnya dilakukan secara intensif dengan pola pemberian pakan berdasarkan bahan baku lokal yang tersedia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil usaha tel nak itik petelur di lahan lebak yang merupakan studi kasus di Desa Sungai Durait Tengah, Kecarnatan Babirik, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan. Pengumpulan data dilaksanakan dengan metode survey menggunakkan daftar pertanyaan berstruktur. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terhadap 30 responden yang diambil secara acak berdasarkan kegiatan usaha selama satu tahun sebelumnya dan data sekunder dikumpulkan dari instansi terkait. Hasil pengkajian menunjukan bahwa skala pengusahaan 300 ekor itik dalam satu masa produksi (5 bulan) diperlukan biaya sebesar Rp 26.372.500,- dan penerimaan sebesar Rp 33.750.000,- dan pendapatan bersih yaang diperoleh sebesar Rp 7.377.500,- dengan nilai RJC ratio sebesar 1,28. Hasil ini menunjukkan bahwa pengusahaan itik petelur mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan dan layak diusahakan karena nilai RJC ratio> I.
Description
Keywords
TERNAK ITIK ALABIO PETELUR
Citation
Collections