SUMBERDAYA DAN INFRASTRUKTUR DI DESA SIMPANG NUNGKI

Show simple item record

dc.contributor.author Rosita Galib, M. Thamrin, Rismarini Zuraida
dc.date.accessioned 2019-07-25T00:45:52Z
dc.date.available 2019-07-25T00:45:52Z
dc.date.issued 1996
dc.identifier.isbn 979-8253-28-0
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7169
dc.description.abstract Kemiskinan merupakan permasalahan serius dalam pembangunan. Menurut Bank Dunia (1990) penduduk miskin adalah penduduk yang mempunyai kapasitas pengeluaran dari US $ 370/th atau Rp 740.000/th. Kreteria penduduk atau desa miskin masih diperdebatkan. Sementara ini batas ambang kemiskinan bertolak pada kebutuhan hidup minimum dengan batas minimal 2100 kal/kap/hari atau setara dengan 360 kg beras/kapitalth. Untuk pedesaan kebutuhan minimum diperkirakan lebih kecil yaitu setara dengan 240 kg beras/kap/th (Sayogyo, 1974). Jumlah itu setara dengan rata-rata pendapatan Rp 210.000/kap/th. Pada periode antara tahun 1970 dan 1980 Indonesia telah berhasil menekan jumlah golongan miskin dari 60% menjadi kurang dari 20% dari total populasi (Bank Dunia, 1990). Bappenas mengemukakan bahwa telah terjadi penurunanjumlah penduduk miskin sebesar 15% darijumlah 54 jutajiwa (1976) menjadi 27 juta jiwa (1990). Jumlah penduduk yang berada di pedesaan sebesar 17,8 jutajiwa. Mengangkat kemiskinan menjadi suatu kajian merupakan perioritas. Pemerintah telah menyadari sehingga menyediakan dana khusus sejak th 1991/92 untuk menanggulangi kamiskinan di 17 Propinsi di Indonesia. Salah satu dari 17 Propinsi tersebut adalah Kalimantan Selatan. Untuk mengidentifikasi desa miskin di Propinsi Kalimantan Selatan, dilakukan penelitian di kabupaten Barito Kuala, diwakili oleh lima desa di tiga kecamatan dan salah satu desa terpilih adalah desa Simpang Nungki. Kabupaten Barito Kuala memiliki lahan pasang surut terluas di Propinsi Kalimantan Selatan yaitu sekitar 59,29% dari total Propinsi (1991) dan 78-85% adalah petani (Anwarhan & Itjin, 1986). Pendapatan petani lahan pasang surut di Kalimantan Selatan sekitar Rp 140.000 - Rp 150.000. Tingkat pendapatan ini masih dibawah batas kemiskinan yang ditentukan Bappenas dengan pendapatan Rp 210.000, 00/kap/th. en_US
dc.publisher Balittra en_US
dc.subject SUMBERDAYA DAN INFRASTRUKTUR DI DESA SIMPANG NUNGKI en_US
dc.title SUMBERDAYA DAN INFRASTRUKTUR DI DESA SIMPANG NUNGKI en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account