KEBUTUHAN AIR TANAMAN TEBU

Show simple item record

dc.contributor.author Prima Diarini, Riajaya
dc.contributor.other Balittas en_US
dc.date.accessioned 2019-07-18T09:01:31Z
dc.date.available 2019-07-18T09:01:31Z
dc.date.issued 2015
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/7097
dc.description Fase pertumbuhan tanaman tebu terdiri atas perkecambahan (5 30 hari), pertunasan (6 12 minggu), pemanjangan batang (4 10 bulan), dan kemasakan (>8 bulan). Kondisi lingkungan sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan setiap fase tanaman tebu. Ketersediaan air yang cukup pada fase perkecambahan dapat mempercepat tumbuhnya batang (shoot) dan akar (root), dan pertumbuhan jumlah anakan pada fase pertunasan. Tingkat ketersediaan air pada periode pemanjangan batang menentukan tinggi batang, sedangkan pada periode kemasakan akan menentukan tingkat rendemen. en_US
dc.description.abstract Tanaman tebu dapat tumbuh di daerah tropis dan subtropis dengan masalah utama ketersediaan air baik kekurangan (kekeringan) maupun kelebihan (drainase buruk). Curah hujan yang dibutuhkan untuk menghasilkan produktivitas tebu sangat tinggi. Lahan berdrainase lancar dengan suplai air cukup sangat sesuai untuk tebu untuk menghindari terjadinya genangan terutama pada fase kemasakan. Produktivitas tanaman tebu sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim, lahan, dan pengelolaan tanaman. Di lahan kering rata-rata produktivitas tebu lebih rendah dibanding lahan beririgasi. Untuk memperoleh produktivitas tebu yang tinggi diusahakan agar tanaman mendapat air menurut kebutuhan pada setiap fase pertumbuhan. Namun, kenyataan di lapang sulit untuk mendapatkan kondisi optimum pada setiap fase pertumbuhan. en_US
dc.publisher Balittas en_US
dc.subject tebu en_US
dc.subject air en_US
dc.title KEBUTUHAN AIR TANAMAN TEBU en_US
dc.type Other en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account