Browsing Lahan Rawa by Issue Date

Browsing Lahan Rawa by Issue Date

Sort by: Order: Results:

  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Produksi pangan, khususnya padi, merupakan sasaran utama pembangunan pertanian nasional selama dua dasawarsa terakhir ini. Berasyang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah komoditas pertanian terpenting, pernah ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Masalah utama pengembangan usahatani lahan rawa lebak adalah sulit diramalnya saat datang genangan dan surutnya air. Pertanaman muda yang terlanda genangan air yang datang cepat seringkali mati. Tanaman itu misalnya padi ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Lahan salin di Indonesia pada umumnya terbentuk dari adanya genangan yang lama oleh air laut sebelum direklamasi dan/atau adanya intrusi air laut yang terjadi di musim kemarau. Tanah ini mengandung kadar natrium terlarut ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Dalam rangka pengembangan sistem usahatani lahan potensial, tiga komoditas utama telah dapat dianjurkan, yaitu padi sawah, kelapa Riau, dan ayam buras. Varietas padi sawah yang dianjurkan adalah Kapuas, Cisanggarung, ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Produksi pangan, khususnya padi, merupakan sasaran utama pembangunan pertanian nasional selama dua dasawarsa terakhir ini. Berasyang bagi sebagian besar masyarakat Indonesia adalah komoditas pertanian terpenting, pernah ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Lahan potensial pasang surut rnendapat prioritas penanganan pada tahap awal karena rnemiliki risiko pengusahaan yang paling keeil dan mencakup areal yang paling luas bila dibandingkan tipologi lainnya
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Lahan gambut adalah lahan yang memiliki lapisan gambut dengan kadarC organik di atas 12%atau diatas 18% (tergantung kadar liatnya)dengan ketebalanlebihdari 40em. Lahan gambut Karang Agung mempunyai ketebalan gambut 20-40 ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Pengolahan tanah di lahan sulfat masam perlu dilakukan dengan hati-hati, Lapisan pirit (FeS2),bila sampai terangkat ke permukaan, akan teroksidasi serta membuat tanah menjadi sangat masam (pH kurang dari 3,5) dan sulit ...
  • Proteksi 
    Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Upaya pengernbangan pertanian di lahan pasang surut dikendalai antara lain oleh beratnya serangan hama dan penyakit, terutarna babi hutan dan tikus. Babi banyak merusak pertanarnan ubikayu,jagung, kacang tanah, pisang, dan ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Tiap keluarga tani transmigran di lahan pasang surut memiliki lahan 2,25ha. Untuk mengolah tanahnya kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan tenaga kerja dan modal. Menurut hasilsuatu pengamatan, dimusim kemarau ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Kendala yang dihadapi petani transmigran di lahan pasang surut meliputi agro-fisik, biologis, serta sosial-ekonomi. Kendala sosial- ekonomi berupa modal, tenaga kerja, organisasi petani, mutu dan jumlah prasarana, serta ...
  • lsdijanto Ariza, Hidayat Dj. Noor, Chaeruddin, Balittra (Balittra, 1993)
    Lahan lebak merupakan kekayaan alam yang berpotensi untuk meningkatkan kemakmuran rakyat melalui usaha pertanian. Oleh karena itu karunia Tuhan yang demikian besar tersebut perlu didaya gunakan sesuai peruntukannya guna ...
  • Isdijanto Ar-Riza Rachmadi Ramli Hidayat Dj. Noor Hairu Susanto, Balittra (Balittra, 1993)
    Dari luas 7.054.000 ha lahan pasang surut di Kalimantan, diperkirakan 2.581.800 ha sesuai untuk usahatani dan 4.472.200 ha kurang sesuai. Lahan pasang surut dinilai sebagai lahan marginal, karena terdapatnya berbagai kendala ...
  • Isdijanto Ar-Riza, Sardjijo, Balittra (Balittra, 1993)
    Lahan pasang surut sulfat masam mempunyai kendala yang lebih besar dibanding tipologi pasang surut lainnya. Kendala yang dinilai sangat menghambat usahatani adalah tingkat keasaman yang tinggi dengan pH antara 3-4, adanya ...
  • Isdijanto Ar-Riza, Balittra (Balittra, 1993)
    Lahan gambut mempunyai potensi yang besar untuk usaha pertanian. Sebagian besar lahan yang telah dibuka dihuni oleh penduduk transmigrasi yang berasal dari berbagai daerah, dengan kebiasaan dan ketrampilan bertani yang ...
  • Agus Supriyo, B. Prayudi., M Thamrin, S. Umar, Balittra (Balittra, 1993)
    Pada masa mendatang,pembangunan pertanian untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan gizi terutama dalam usaha mempertahankan swasembada pangan dihadapkan kepada berbagai tantangan yang semakin berat dan kompleks. Menyusutnya ...
  • Hidayat Dj. Noor, Isdijanto Ar-Riza, Chaerudin, Balittra (Balittra, 1993)
    Lahan rawa dangkal Kalimantan pada umumnya dihuni oleh penduduk lokal dan sudah sangat lama mengusahakan lahan tersebut sebagai lahan usaha pertanian. Luas pemilikan sangat bervariasi, yaitu antara 0,7-4 ha per keluarga. ...
  • Rachmadi Ramli, R. S. Simatupang, Isdijanto Ar-Riza, Balittra (Balittra, 1993)
    Dari seluas 2juta hektar lahan sulfat masam 575.000 hektar diantaranya ada di Kalimantan. Potensi yang demikian besar perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama penduduk yang ...
  • Sudirman Umar, Balittra (Balittra, 1995-04)
    Sasaran produksi ubikayu sebesar 15 juta ton dengan quota 1,85 juta ton dalam bentuk bahan kering (gaplek) namun terdapat kendala dalam ekspor karena mutu gaplek yang dihasilkan rendah. Jumlah produksi sebesar ini ...

Search Repositori


Browse

My Account