Browsing Lahan Rawa by Title

Browsing Lahan Rawa by Title

Sort by: Order: Results:

  • Herman Subagio, Muhammad Noor, Wahida Anisa Yusuf, Izhar Khairulah (IAARD Press, 2015)
    Istilah "rawa pasang surut" masuk dalam kosa kata bahasa Indonesia sejak 1930-an, tetapi pertanian lahan rawa dipastikan sudah ada sebelumnya. Menurut catatan sejarah, pemanfaatan rawa dimulai sejak abad ke 13 saat Raja ...
  • Dedi Nursyamsi, Muhammad Noor, Haryono (IAARD Press, 2014)
    Sistem surjan hampir merata diterapkan pada lahan rawa pasang surut dan rawa lebak bahkan juga sebagian lahan tadah hujan. Pada lahan rawa pasang surut, sistern surjan tersebar dari pasng surut tipe Juapan A, S, sampai ...
  • Muhammad Noor, Khairil Anwar,Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa Budi Kartiwa, Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (IAARD PRESS, 2017)
    Rawa lebak merupakan wilayah penampungan air (catchment basin) pada suatu kawasan daerah aliran sungai (DAS). Oleh karena itu untuk penguasaan daerah ini diperlukan sistem polder yang sebetulnya sudah lama dijadikan model ...
  • Dedi Nursyamsi, Muhammad Noor, Haryono (IAARD Press, 2014)
    Fenernona perubahan iklim mcnunjukkan sernakin kuat dalam masa-rnasa sepuluh tahun terakhir ini. Anomali iklim seprti EI Nino dan/atau La Nina sernakin sering dengan waktu ulang yang sernak in pendek. EI Nino atau La Nina ...
  • Dedi Nursyamsi, Muhammad Noor, Haryono (IAARD Press, 2014)
    Masyarakat Indonesia adalah masyarakat agraris karena sebagian besar penduduknya (~I %) mernpunyai mata pencaharian sebagai petani. Menurut Sensus Pertanian 2013, terdapat sekitar 26,14 juta rumah tangga (sekitar 104 juta ...
  • Unknown author (IAARD Press, 2016)
    Usaha tani dari sudut pandang ilmu pengetahuan dipahami sebagaiusaha atau kegiatan oleh petani dilihat dari dalam petaninya sehinggatergolong pada ekonomi perorangan. Konteks di pelajarinya usaha tani ini dimaksudkan agar ...
  • Noorginayuwati dan Yanti Rina (Balittra, 2016)
    Perekonomian Indonesia tidak terlepas dari pengaruh globalisasi perekonomian dunia. Munculnya kawasan Asia Pasifik sebagai kekuatan ekonomi baru merupakan potensi pasar bagi produk-produk pertanian kita di masa yang akan ...
  • Isdijanto Ar-Riza Rachmadi Ramli Hidayat Dj. Noor Hairu Susanto, Balittra (Balittra, 1993)
    Dari luas 7.054.000 ha lahan pasang surut di Kalimantan, diperkirakan 2.581.800 ha sesuai untuk usahatani dan 4.472.200 ha kurang sesuai. Lahan pasang surut dinilai sebagai lahan marginal, karena terdapatnya berbagai kendala ...
  • Agus Supriyo, B. Prayudi., M Thamrin, S. Umar, Balittra (Balittra, 1993)
    Pada masa mendatang,pembangunan pertanian untuk meningkatkan produksi, pendapatan dan gizi terutama dalam usaha mempertahankan swasembada pangan dihadapkan kepada berbagai tantangan yang semakin berat dan kompleks. Menyusutnya ...
  • Hidayat Dj. Noor, Isdijanto Ar-Riza, Chaerudin, Balittra (Balittra, 1993)
    Lahan rawa dangkal Kalimantan pada umumnya dihuni oleh penduduk lokal dan sudah sangat lama mengusahakan lahan tersebut sebagai lahan usaha pertanian. Luas pemilikan sangat bervariasi, yaitu antara 0,7-4 ha per keluarga. ...
  • Rachmadi Ramli, R. S. Simatupang, Isdijanto Ar-Riza, Balittra (Balittra, 1993)
    Dari seluas 2juta hektar lahan sulfat masam 575.000 hektar diantaranya ada di Kalimantan. Potensi yang demikian besar perlu dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, terutama penduduk yang ...
  • Proyek Penelitian Lahan Pasang Surut dan Rawa SWAMPS II (Balittra, 1991)
    Kendala yang dihadapi petani transmigran di lahan pasang surut meliputi agro-fisik, biologis, serta sosial-ekonomi. Kendala sosial- ekonomi berupa modal, tenaga kerja, organisasi petani, mutu dan jumlah prasarana, serta ...
  • Muhammad Noor, IsdijantoAr·Riza, Achmadi Jumberi (Balittra, 2007-11)
  • Muhammad Noor, IsdijantoAr·Riza, Achmadi Jumberi, Balittra (Balittra, 2007)
    Indonesia selain mempunyai kekayaan sumberdaya alam yang lu., :uga sumberdaya hayati yang besar, termasuk buah-buah eksotik. Eksotik mengandur arti aneh dan luar biasa (Echols dan Shadily, 1984). Dalam pengertian khusus ...
  • Herman Subagio, Muhammad Noor, Wahida Anisa Yusuf, Izhar Khairulah (IAARD Press, 2015)
    Indonesia pernah mencapai swasembada pangan pada 1984. Namun setelah itu kembali menjadi negara importer beras terbesar di dunia. Impor Indonesia setelah masa swambada setiap tahun meningkat rata-rata antara 1-2juta ton. ...
  • M.Yusuf Maamun, Silvia Sunarno, Yanti Rina (Balittra, 1996)
    Sampai saat ini di Indonesia masih terdapat lebih kurang 27 juta penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan, sebagian besar adalah masyarakat petani. Kemiskinan membuat terbatasnya kemampuan untuk memanfaatkan sumber ...
  • Rosita Galib, Balittra (Balittra, 1996)
    Studi pemasaran jagung di Kalimantan Selatan. Untuk meningkatkan produktivitas jagung di lahan kering dan sekalilgus pendapatan petani, telah dilakukan studi pemasaran jagung untuk mengetahui saluran pemasarannya, efisiensi ...
  • Noorginayuwati, Achmadi J, M Najib (Balittra, 1996)
    Indonesia telah berhasil meningkatkan taraf hidup rakyat, namun persoalan kemiskinan masih muncul hampir diseluruh pelosok tanah air, utamanya di lahan-lahan marginal seperti lahan pasang surut. Menurut PSE (1991), kemiskinan ...
  • Rumansjah Itjin, Isdijanto Ar-Riza dan Muhammad Noor (Balittra, 1996)
    Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa dari 27,2 juta penduduk miskin Indonesia pada tahun 1990 terdapat 9,4 juta (34,55%) bermukim di kota dan sisanya 17,8 juta (65,45%) berdomisili di desa. Walaupun Indonesia telah ...

Search Repositori


Browse

My Account