Show simple item record

dc.contributor.authorDaliani, Siswani Dwi
dc.contributor.otherBPTP Jambien_US
dc.date.accessioned2019-02-27T08:40:11Z
dc.date.available2019-02-27T08:40:11Z
dc.date.issued2016-05-31
dc.identifier.other978-602-1276-17-4
dc.identifier.urihttp://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6867
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui pola konsumsi pangan rumah tangga di lokasi MKRPL Kabupaten Bengkulu Tengah (dekat perkotaan) dan lokasi MKRPL Desa Sulau Kabupaten Bengkulu Selatan (perdesaan) (2) mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi pangan rumah tangga. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analisis, menggunakan metode” purposive random sampling” untuk penentuan daerah penelitian dan metode “simple random sampling” untuk pengambilan sampel. Sampel data adalah anggota kelompok wanita tani (KWT) yang menjadi kooperator MKRPL dengan jumlah sampel 40 kooperator yang terdiri dari 20 kooperator dari Desa Sulau, Kecamatan Kedurang ilir Kabupaten Bengkulu Selatan, dan 20 kooperator dari Desa Jaya Karta , Bengkulu Tengah yang dilakukan pada bulan Oktober 2014 dan bulan Mei tahun 2015. Data yang dikumpulkan meliputi: karakteristik responden, pemilikan lahan, pendapatan, pola konsumsi pangan rumah tangga dan pengeluarannya. Analisis data yang digunakan meliputi: (1) tabulasi data konsumsi pangan, pendapatan dan pengeluaran untuk kebutuhan pangan, (2) untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi pangan dengan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan pola konsumsi terutama padi-padian (beras) di lokasi MKRPL di kedua Desa tersebut, Desa Jayakarta dekat perkotaan sedangkan Desa Sulau Perdesaan. Konsumsi beras di dekat perkotaan rata-rata (24,15 kg/bln) lebih rendah dari pada di perdesaan ( 36,59 kg) dengan jumlah rata-rata 3 jiwa/KK. Konsumsi sumber protein hewani ( ikan, ayam, telur) dan nabati (kacang-kacangan) serta kebutuhan pokok (minyak goreng, susu, teh dan kopi) lebih tinggi di wilayah perkotaan, sedangkan untuk konsumsi sayuran hampir seimbang antara perkotaan dan perdesaan hanya saja untuk wilayah perkotaan jenis sayuran yang dikonsumsi lebih beragam (katuk, daun singkong, oyong, pare, terong, labu siam dan kacang panjang). Selain itu juga wilayah perkotaan terbiasa mengkonsumsi makanan ringan seperti kue, roti, gorengan dan lain-lain. Dilihat dari pendapatan, pendapatan rumah tangga di lokasi MKRPL perkotaan sebesar Rp. 1.940.000/bln lebih tinggi dibanding pendapatan rumah tangga di lokasi MKRPL perdesaan yaitu Rp. 1.017.803 Secara keseluruhan pengeluaran untuk konsumsi pangan di perkotaan sebesar Rp. 959.493,99,-/bln, lebih tinggi di banding pengeluaran konsumsi di perdesaan sekitar Rp. 642.387,-/bln. Dari hasil analisis, faktor yang mempengaruhi besarnya pengeluaran konsumsi pangan adalah: umur, pendapatan dan asset.en_US
dc.language.isootheren_US
dc.publisherBB Pengkajian Teknologi Pertanianen_US
dc.subjectPola Konsumsi Panganen_US
dc.subjectPerkotaanen_US
dc.subjectPedesaanen_US
dc.titleKONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA DI LOKASI MODEL KAWASAN RUMAH PANGAN LESTARI (MKRPL)KABUPATEN BENGKULU TENGAH DAN BENGKULU SELATANen_US
dc.typeArticleen_US


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record