ANALISIS KOMPETITIF BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG UNGGUL DI SULAWESI UTARA

Show simple item record

dc.contributor.author Kario, Nelson
dc.contributor.author Tamburian, Yenny
dc.contributor.other BPTP Jambi en_US
dc.date.accessioned 2019-02-27T03:42:13Z
dc.date.available 2019-02-27T03:42:13Z
dc.date.issued 2016-05-31
dc.identifier.isbn 978-602-1276-17-4
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6832
dc.description.abstract Jagung dikenal sebagai salah satu jenis komoditas tanaman pangan yang mampu memberikan kontribusi nyata terhadap hampir sendi kehidupan masyarakat Indonesia terutama di pedesaan sebagai sumber karbohidrat Berkembangnya industri pakan ternak mampu memberikan dampak yang signifikan ditandai 60 % produksi jagung nasional digunakan mencukupi kebutuhan konsumsi industri pakan dan industri pengolahan yang ditandai selama periode 2000 – 2010 kebutuhan pakan pabrikan masing=masing meningkat sebesar : 7,38 % (ayam petelur), 6,82 % (ayam pedaging), 3,89 % (babi), dan 7,76 % (jenis ternak lainnya). Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu daerah yang turut mengembangkan, terutama memanfaatkan ruang-ruang kosong diantara tanaman perkebunan seperti kelapa dan cengkeh. Tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengkaji Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR). 2. Mengetahui Tingkat penerimaan atas biaya tenaga kerja dan Tingkat penerimaan atas biaya sarana produksi 3. Tingkat Keuntungan atas biaya produksi serta 4. Menganalisis titik impas produksi dan harga serta tingkat kompetitif. Penelitian dilaksanakan selama lima bulan dari bulan Maret sampai Juli 2010 di Desa Teep Kecamatan Amurang Barat kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Teknologi yang diintroduksi : varietas unggul, pemupukan berimbang, jarak tanam dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) berdasarkan PHT. Varietas yang ditanam : Gumarang, Lagaligo, Lamuru, Sukmaraga dan Srikandi Kuning. Perlakuan bibit menggunakan Metalaksi dosis 2 gr/1kg benih, pembanding : Manado kuning, jarak tanam 75 x 40 cm, 2 biji/lobang tanam ditutup dengan 2 gram pupuk kandang, Dosis aplikasi : 1/3 Urea diberikan umur 7 HST, 2/3 pupuk diberikan berdasarkan bagan warna daun. Jenis data yang diambil : jumlah dan besarnya biaya penggunaan masing-masing sarana produksi seperti bibit, pupuk, obat-obatan dan tenaga kerja. Data dianalisis menggunakan metode Marginal Benefit Cost Ratio (MBCR), RRLC = Tingkat penerimaan atas biaya tenaga kerja, RRMC = Tingkat penerimaan atas biaya sarana produksi, RAMC = Keuntungan atas biaya produksi Analisis titik ampas produksi dan harga serta tingkat kompetitif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : MBCR antara 3,45 – 4,02 ; tingkat penerimaan atas biaya tenaga kerja antara 2,10 - 2,44 ; tingkat penerimaan atas biaya sarana produksi 3,43 – 4,23 dan keuntungan atas biaya produksi 6,06 – 6,96 ; titik impas produksi 2956,25 – 3061,25 kg/ha atau pada proporsi 39,25 - 43,09 % sedangkan titik impas harga 784,94 – 869,49 rp/kg atau pada proporsi 39,25 – 43,47 %. Tingkat kompetitif varietas sukmaraga memiliki tingkat persaingan produksi dan harga yang sangat kompetitif. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher BB Pengkajian Teknologi Pertanian en_US
dc.subject Kompetitif en_US
dc.subject Jagung en_US
dc.subject Keuntungan en_US
dc.subject Bibit Unggul en_US
dc.title ANALISIS KOMPETITIF BEBERAPA JENIS VARIETAS JAGUNG UNGGUL DI SULAWESI UTARA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account