Pengaruh Biokultur dan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kentang Varietas Granola

No Thumbnail Available
Date
2008-09-30
Journal Title
Journal ISSN
Volume Title
Publisher
Indonesian Center for Horticulture Research and Development
Abstract
Description
ABSTRAK. Penggunaan pupuk buatan dapat meningkatkan hasil panen namun dampak negatifnya menurunkan tingkat kesuburan tanah. Untuk mengatasi hal ini diperlukan teknologi yang dapat menghemat penggunaan bahan agrokimia untuk mempertahankan kesuburan tanah, meningkatkan kualitas produk, dan meningkatkan pendapatan petani. Salah satu cara untuk mengatasi hal ini yaitu dengan teknologi enzimatis, seperti dengan penggunaan biokultur. Penelitian dilaksanakan di K.P. Margahayu, Balai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), Lembang pada tanah Andisol, ketinggian tempat 1.250 m dpl, mulai bulan Maret sampai dengan Juli 2006. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi takaran biokultur dan pupuk anorganik yang memberikan pertumbuhan tanaman paling baik dan hasil yang paling tinggi. Perlakuan terdiri dari 8 kombinasi biokultur dan pupuk buatan. Pupuk kimia 180 kg N/ha + 92 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha adalah dosis rekomendasi Balitsa. Dosis biokultur terdiri dari normal, yaitu 1.750 l/ha, di atas normal 2.000 l/ha, dan di bawah normal 1.500 l/ha. Dosis pupuk anorganik yaitu dosis rekomendasi Balitsa dan setengah dosis Balitsa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah acak kelompok dengan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan biokultur dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kentang. Hasil umbi paling tinggi dicapai dengan perlakuan pupuk kimia 180 kg N/ha + 92 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha (rekomendasi Balitsa) + biokultur 2.000 l/ha, yaitu 15,30 kg/10,5 m2 (14,57 t/ha) tetapi tidak berbeda nyata dengan rekomendasi Balitsa tanpa biokultur yaitu 13,06 kg/10,5 m2 (12,43 t/ha).ABSTRACT. Nurtika, N., E. Sofiari, and G.A. Sopha. 2008. Effect of Bioculture and Anorganic Fertilizer on Growth and Yield of Potato Granola Variety. Experiment was carried out at Margahayu Experimental Garden, Indonesian Vegetable Research Institute (IVEGRI), Lembang on Andisol soil type, 1,250 m asl from March until July 2006. The aim of this experiment was to observe the effect of combination of bioculture and anorganic fertilizer on the growth and yield of potato. The treatments consisted of 8 combinations of chemical fertilizer and bioculture. The chemical fertilizer dosage recommended by IVEGRI was 180 kg N/ha + 92 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha. Dosages of bioculture i.e. normal 1,750 l/ha, upper 2,000 l/ha, and lower 1,500 l/ha. Dosages of anorganic fertilizers i.e. recommended dosage and half of recommended dosage of IVEGRI. The experiment was laid in a randomized block design with 8 treatments and 4 replications. The results indicated that the combination of bioculture 2,000 l/ha with 180 kg N/ha + 92 kg P2O5/ha + 150 kg K2O/ha (IVEGRI recommendation) gave the highest yield, i.e. 15.30 kg/10.5 m2 or equivalent to 14.57 t/ha and did not significantly different with the application of recommended fertilization by IVEGRI without bioculture with the yield of 13.06 kg/10.5 m2 or equal to 12.43 t/ha.
Keywords
Citation