Perbaikan teknik budidaya tanaman kubis melalui penerapan teknologi konservasi pada lahan kering di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut

Show simple item record

dc.contributor.author Fahmi, Taemi
dc.contributor.author Sujitno, Endjang
dc.contributor.other BPTP Jawa Barat en_US
dc.date.accessioned 2019-02-20T07:43:04Z
dc.date.available 2019-02-20T07:43:04Z
dc.date.issued 2016-11-11
dc.identifier.issn 2252-3219
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6580
dc.description.abstract Budidaya sayuran terutama komoditas kubis banyak diusahakan oleh petani di lahan kering dataran tinggi. Kondisi topografi lahan di dataran tinggi umumnya bergelombang sampai bergunung. Pada kondisi topografi tersebut perlu upaya yang bijaksana dalam mengelola tanaman semusim seperti halnya kubis melalui penerapan teknologi konservasi untuk menjaga kualitas lingkungan di dataran tinggi. Selama ini petani di dataran tinggi sebagian besar belum menerapkan tindakan konservasi dalam usahataninya sehingga mengakibatkan kerusakan lahan yang berimbas pada menurunnya tingkat produktivitas. Perlu dilaksanakan penelitian mengenai penerapan teknologi konservasi pada budidaya kubis di dataran tinggi yang bertujuan untuk memberikan informasi dan referensi kepada petani mengenai pentingnya penerapan konservasi pada budidaya sayuran di dataran tinggi. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut dengan menggunakan metode rancangan acak kelompok dengan 4 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Perlakuan yang digunakan adalah penerapan pembuatan teras bangku (P1), penerapan pembuatan teras gulud (P2), penggunaan mulsa jerami (P3) dan tanpa penerapan teknologi konservasi (P4) sebagai kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan teras bangku, teras gulud dan penggunaan mulsa jerami nyata memberikan pengaruh terhadap peningkatan produksi kubis yang dihasilkan, dengan produksi berkisar antara 16,9 – 25,4 ton/ha lebih tinggi dari kontrol dengan produksi sebesar 16,2 ton/ha. Namun pada penggunaan teras gulud tingkat kematian tanaman masih tinggi dan tidak berbeda nyata dengan kondisi eksisting yaitu berkisar antara 16,5 – 18,2%, hal ini dimungkinkan karena pada teras bangku yang diterapkan masih terdapat genangan air akibat saluran air yang belum sempurna sehingga menyebabkan terjadinya serangan penyakit tanaman sehingga mengurangi populasi tanaman pada saat panen. en_US
dc.language.iso other en_US
dc.publisher BPTP Jawa Barat en_US
dc.relation.ispartofseries Volume 6;No. 6
dc.subject Konservasi en_US
dc.subject Dataran tinggi en_US
dc.subject Kubis en_US
dc.subject Teras bangku en_US
dc.subject Teras gulud en_US
dc.title Perbaikan teknik budidaya tanaman kubis melalui penerapan teknologi konservasi pada lahan kering di Kecamatan Cikajang Kabupaten Garut en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account