POTRET BERBAGAI PERMASALAHAN DALAM SISTEM DISTRIBUSI JERUK MATRA

Show simple item record

dc.contributor.author Apri Laila Sayekti, Agus Sugiyatno, Sutopo, Arry Supriyanto, Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika
dc.date.accessioned 2018-12-21T07:24:36Z
dc.date.available 2018-12-21T07:24:36Z
dc.date.issued 2007-08
dc.identifier.isbn 978-979-8253-68-3
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/6324
dc.description.abstract Sulawesi Barat merupakan salah satu sentra produksi jeruk nasional terbesar yang masih belum banyak mendapat perhatian. Keterbatasan sarana dan prasarana menyebabkan sentra produksi ini masih tertinggal dibandingkan dengan sentra produksi yang lain, padahal banyak sekali potensi yang dapat dikernbangkan. Lokasi sentra produksi yang jauh dari daerah pemasaran terutama pulau Jawa menyebabkan terbatasnya saran a transportasi yang tersedia dan biaya transportasi yang harus dikeluarkan sangat tinggi sehingga harga yang diterima petani jauh lebih kecil daripada harga di tingkat konsumen. Lokasi yang jauh tersebut seringkali juga dimanfaatkan oleh pedagang yang curang sehingga di sentra produksi ini kenaikan harga sangat lambat dibandingkan dengan di daerah pemasaran. Struktur pasar yang mengarah ke pasar oligopsoni karena jumlah petani yang jauh lebih ban yak daripada pedagang mempengaruhi tingkat kompetisi yang akan berdampak terhadap pernbentukan harga, transmisi harga, dan bagian harga yang diterima oleh petani karena bargaining potition petani yang sangat kecil sehingga penentu harga adalah pedagang. Secara implisit struktur pasar akan berdampak terhadap kinerja integrasi pasar dan nilai margin pemasaran. Hal ini terjadi karena sangat minimnya pedagang antar provinsi yang terjun langsung ke sentra produksi sehingga menyebabkan petani tidak punya banyak pilihan hanya menjuaJ hasil produksinya ke pedagang pengumpul atau pedagang yang menerima kornisi dari distributor daerah pemasaran, Selain masalah distribusi pemasaran, sistem distribusi di tingkat petani sampai pedagang pengumpul juga belum menerapkan penanganan pemanenan yang baik. Petani banyak yang rnelakukan pemanenan dalam keadaan masih muda sehingga rasanya asam untuk memenuhi permintaan dari pedagang untuk dikirim ke luar pulau. Permintaan buah jeruk untuk dipanen dalam keadaan masih asam ini secara tidak langsung akan menciptakan image pada konsurnen bahwa jeruk Matra rasanya asam sehingga akan merugikan petani sendiri. en_US
dc.publisher Balittra en_US
dc.subject POTRET SISTEM DISTRIBUSI JERUK MATRA en_US
dc.title POTRET BERBAGAI PERMASALAHAN DALAM SISTEM DISTRIBUSI JERUK MATRA en_US
dc.type Article en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account