Tembakau Cerutu Besuki-NO : Pengembangan Areal dan Permasalahannya di Jember Selatan

Show simple item record

dc.contributor Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan en-US
dc.creator DJAJADI, DJAJADI
dc.date 2015-11-19
dc.date 2015-11-19
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:59:47Z
dc.date.accessioned 2021-03-09T04:47:00Z
dc.date.available 2018-06-04T07:59:47Z
dc.date.available 2021-03-09T04:47:00Z
dc.date.issued 2015-11-19
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/psp/article/view/2743
dc.identifier 10.21082/p.v7n1.2008.%p
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/5110
dc.description ABSTRAKDalam  makalah  ini  diulas  tentang  pengembangan tembakau  besuki  NO  di  daerah  Jember  Selatan, permasalahan  pengembangan  di  daerah  baru,  dan perlunya   teknologi   yang   sesuai   dengan   kondisi agroekologi di wilayah pengembangan baru.  Semula sentra produksi tembakau cerutu Besuki NO adalah Jember   Utara.   Daerah   ini   merupakan   penghasil tembakau mutu pengisi cerutu (filler) yang aromatik. Dengan semakin merosotnya produksi akibat semakin menurunnya kesuburan lahan dan serangan penyakit, maka  penanaman  tembakau  besuki  berpindah  ke Jember  Selatan.  Daerah  Jember  Selatan  merupakan areal  penghasil  tembakau  mutu  pembungkus  dan pembalut  cerutu (dek-omblad)  yang  harganya  lebih tinggi  daripada  mutu  filler.  Kondisi  topografi  dan curah hujan di Jember Selatan berbeda dengan daerah Jember Utara. Daerah Jember Selatan relatif lebih datar, dan tanahnya berkadar partikel liat lebih tinggi, serta curah  hujan  lebih   tinggi   daripada   Jember   Utara, sehingga ketersediaan air bagi pertumbuhan tembakau juga lebih banyak.  Perbedaan ini yang memungkinkan produktivitas tembakau besuki di Jember Selatan (1555 kg/ha) lebih tinggi daripada produktivitas tembakau di Jember   Utara (hanya 791   kg/ha).   Berbedanya karakteristik    wilayah    tersebut    mungkin    juga mempengaruhi karakteristik agroekologi yang sesuai bagi pertumbuhan tembakau untuk berproduksi dan bermutu  tinggi.  Namun  demikian  belum  terdapat informasi   tentang   korelasi   antara   faktor-faktor agroekologi (kesuburan fisik, kimia dan biologi tanah, serta suhu, kelembaban, dan intensitas sinar matahari) dengan   produksi   dan   mutu   tembakau   besuki. Akibatnya adalah teknologi budidaya yang tersedia belum efektif untuk meningkatkan produksi dan mutu tembakau besuki di Jember Selatan.  Diperlukan kajian tentang    faktor-faktor    agroekologi    yang    sangat menentukan produksi dan mutu tembakau, sehingga strategi  peningkatan  produksi  dan  mutu  tembakau akan berbasis pada karakteristik agroekologi daerah Jember Selatan.Kata  kunci  :  Tembakau  Cerutu,  Nicotiana  tabacum, besuki, pengembangan, permasalahan, Jember Selatan. ABSTRACTBesuki Tobacco Cigar: Crop Area Extension and Its Contrainst in South JemberThis paper described crop area extension of tobacco cigar in South Jember and its constraints, and the need of   crop   technologies   based   on   agro   ecology characteristics of South Jember.  In the early of area extension, North Jember had been chosen as a centre of besuki cigar tobacco area to produce cured leaf tobacco used as a good quality filler of cigar.  However, due to declining  of  tobacco  production  and  increasing  of tobacco disease in this area, besuki cigar tobacco area centre   have   been   established   in   new   area   crop extension, South Jember.  The cigar tobacco produced in South Jember is used as wrapper and binder of cigar which the quality prices are more expensive than the quality of filler.  Topography of South Jember is flat with rainfall is higher than North Jember, so that the tobacco yield in South Jember is higher than tobacco yield of North Jember.  The difference of characteristic area  between  South  and  North  Jember  may  also influence the characteristics of agroecology of the two areas. The  characteristics  of  agro  ecology  have important roles in determining yield and quality of tobacco.  Unfortunately, there is no information about the correlation between agro ecology and yield and quality of cigar tobacco in South Jember. Consequently, crop  technologies  available have  not significantly  increased  yield  and  quality  of  cigar tobacco.    The  study  of  correlation  between  agro ecology and yield and quality of cigar tobacco in South Jember is important as a basis of strategy to increase yield and quality of cigar tobacco in South Jember.Key word: Tobacco, Nicotiana tabacum, Na Ogst, besuki, development, South Jember. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Puslitbang Perkebunan en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/psp/article/view/2743/2380
dc.rights Copyright (c) 2015 Perspektif en-US
dc.rights http://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 en-US
dc.source 2540-8240
dc.source 1412-8004
dc.source Perspektif; Vol 7, No 1 (2008): Juni 2008; 12-19 en-US
dc.title Tembakau Cerutu Besuki-NO : Pengembangan Areal dan Permasalahannya di Jember Selatan en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion
dc.type Peer-reviewed Article en-US


Files in this item

Files Size Format View

There are no files associated with this item.

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account