Analisis Molekuler dan Uji Daya Hasil Galur-galur BC2F8 Padi Pup1

Abstract
Description
Perbaikan varietas padi untuk daerah yang memiliki masalah ketersediaan fosfor (P) sangat penting dilakukan. Lokus Pup1sebagai lokus yang berisi gen-gen yang berperan dalam penangkapan P telah dipetakan dengan baik dan marka untuk seleksinyatelah dibuat. Berdasarkan penelitian sebelumnya, telah diperoleh galur BC2F8 persilangan Dodokan × Kasalath (DK),Dodokan × NIL-C443 (DN), Situ Bagendit × Kasalath (SK), Situ Bagendit × NIL-C443 (SN), Batur × Kasalath (BK), dan Batur ×NIL-C443 (BN). Penelitian ini bertujuan menganalisis galur-galur BC2F8 secara molekuler dan mengevaluasi potensi hasil galurgalurtersebut pada kondisi lapang yang berbeda. Penelitian berlangsung mulai bulan November 2013 s.d. Juni 2014. Penelitianmolekuler dilakukan di BB Biogen, Indonesia dan IRRI, Filipina, sedangkan penelitian lapang dilakukan di KP Taman Bogo,Lampung dan lahan petani di Sukabumi, Jawa Barat. Berdasarkan analisis molekuler, diperoleh hasil seluruh galur BC2F8mengandung lokus Pup1, namun ada tiga galur (B5-SK5, B9-SN2, dan C9-BN2) yang mengandung lokus Pup1 dalam kondisiheterozigot. Susunan genom sebagian besar galur Pup1 masih mengikuti susunan genom tetuanya, kecuali B7-SK7, C10-BN3,dan C11-BN4. Galur B1-SK1, B2-SK2, B3-SK3, B4-SK4, B6-SK6, B9-SN2, C4-BK4, C7-BK7, dan C12-BN5 memiliki bobot ubinanlebih banyak dibanding dengan tetua pemulihnya (Situ Bagendit atau Batur) pada kondisi P kurang atau cukup tersedia. GalurB6-SK6 dan C12-BN5 memiliki bobot ubinan lebih banyak dibanding dengan tetua pemulihnya dan varietas cek (Inpago 7 atauInpago 8) pada kondisi P kurang tersedia. Galur-galur tersebut dapat digunakan untuk uji multilokasi.
Keywords
Citation