Membedah Gorontalo sebagai Calon “Bintang Timur” Pertanian Indonesia di Abad 21

Show simple item record

dc.contributor en-US
dc.creator Pranadji, Tri; Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
dc.date 2016-08-31
dc.date.accessioned 2018-06-04T07:37:48Z
dc.date.available 2018-06-04T07:37:48Z
dc.date.issued 2016-08-31
dc.identifier http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4313
dc.identifier 10.21082/akp.v6n3.2008.222-238
dc.identifier.uri http://repository.pertanian.go.id/handle/123456789/4396
dc.description Dijalankannya pembangunan pertanian dengan benar merupakan idaman sebagian besar masyarakat Indonesia, terutama petani di perdesaan. Kegundahan pakar sosial-ekonomi terhadap penyelenggaraan pembangunan pertanian selama ini bukan tanpa alasan, karena telah lebih dari seabad kehidupan masyarakat pertanian di perdesaan tidak kunjung membaik secara signifikan. Menelaah kemajuan pertanian di Gorontalo, sebagai calon “bintang timur” pertanian abad 21, memberikan pelajaran sangat berharga bagi perancang dan penyelenggara kebijakan pembangunan pertanian di pusat dan daerah. Pelajaran tersebut yaitu: pertama, dengan pendekatan outward looking dan visi kebersamaan membangun pertanian berciri industri berbasis masyarakat petani di perdesaan yang pro pasar menjadikan pertanian di Gorontalo berkembang secara mantap dan (sangat mungkin) berkelanjutan. Kedua, penguatan strategi industrialisasi pertanian di perdesaan dan reforma agraria akan memperkokoh pertanian sebagai “ibu kehidupan” yang berimplikasi sangat positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat petani. Ketiga, perkembangan pertanian sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan penyelenggara pembangunan yang berintegritas tinggi dan memiliki kompetensi yang dapat diandalkan. Diterapkannya asas good governance dan inclusive dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan pertanian, reformasi birokrasi pemerintahan, dan penguatan civil society serta kearifan lokal. Keempat, terpeliharanya budaya kemandirian, semangat kerja keras dan pantang menyerah untuk maju secara bersama (“solidarity”), altruisme kolektif dalam bingkai untuk kemajuan lintas kesukuan (nasionalisme), dan modal sosial setempat sangat besar pengaruhnya terhadap kemantapan kemajuan pembangunan pertanian di perdesaan. en-US
dc.format application/pdf
dc.language eng
dc.publisher Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian en-US
dc.relation http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/akp/article/view/4313/3648
dc.rights Copyright (c) 2016 Analisis Kebijakan Pertanian en-US
dc.source 2549-7278
dc.source 1693-2021
dc.source Analisis Kebijakan Pertanian; Vol 6, No 3 (2008): Analisis Kebijakan Pertanian; 222-238 en-US
dc.source Analisis Kebijakan Pertanian; Vol 6, No 3 (2008): Analisis Kebijakan Pertanian; 222-238 id-ID
dc.title Membedah Gorontalo sebagai Calon “Bintang Timur” Pertanian Indonesia di Abad 21 en-US
dc.type info:eu-repo/semantics/article
dc.type info:eu-repo/semantics/publishedVersion


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search Repositori


Browse

My Account